"Pekan Apartheid Israel" Digelar, Israel Uring-Uringan
Rezim Zionis Israel berang atas penyelenggaraan "Pekan Apartheid Israel" yang digelar sejak Senin (1/3) di sejumlah universitas di lebih dari 40 kota di dunia. Apalagi mereka melihat sejumlah akademisi, seniman dan tokoh-tokoh di Israel ikut mendukung acara itu.
Salah seorang anggota parlemen Israel (Knesset) dari kalangan Arab, Dr Jamal Zahalka ikut berpartispasi dalam "Pekan Anti-Israel" itu. Zahalka akan memberikan ceramah di tiga tempat yaitu New York, Ottawa dan Montreal terkait acara tersebut. Keikutsertaan Zahalka membuat sejumlah pejabat senior di Israel marah besar dan menuntut agar Zahalka dipecat dari Knesset.
Pada surat kabar Israel, Maariv, Zahalka mengungkapkan bahwa rezim Israel yang rasis sedang membuat sebuah "penjara raksasa" di Jalur Gaza dan menerapkan sistem rasis apartheid di Tepi Barat. Israel, tambah Zahalka, juga melakukan praktek-praktek rasisme terhadap warga minoritas Arab.
"Israel berusaha mengatakan pada dunia bahwa Israel adalah entitas yang demokratis, padahal di lapangan, Israel menerapkan sistem apartheid yang sama dengan sistem apartheid yang pernah diberlakukan di Afrika Selatan," kata Zahalka.
Tokoh Israel lainnya yang ikut berpartisipasi dalam "Pekan Anti-Israel" adalah Profesor Jeff Halper. ketua Komite Israel Anti Penggusuran Rumah. Profesor antropologi itu akan memberikan ceramah tentang kampanye BSD (Boycott, Divestment and Sanctions) di Universitas Glasgow.
Sementara, ekonom Israel dari Yerusalem, Shir Hever akan memberikan beberapa seri ceramah di Universitas Amsterdam bertema "Bisakah Kebijakan Ekonomi Israel Dianggap Sebagai Bentuk Apartheid?". Sedangkan, sutradara Shai Carmeli-Pollack akan menampilkan film dokumenternya yang dibuat tahun 2006, berjudul "Bil'in Habibti" di sejumlah universitas di Boston.
Film itu mengungkap bagaimana miiiter Israel menggunakan kekuatan tentaranya dengan cara berlebihan dalam menghadapi para pengunjuk rasa yang memprotes pembangunan Tembok Pemisah dan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Francesca Marota, pejabat PBB yang mengumpulkan informasi tentang pelanggaran-pelanggaran Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza tahun 2008 juga ikut berpartisipasi dalam "Pekan Apartheid Israel dan akan menjadi pembiara di Barcelona pada Rabu (3/3).
Atas partisipasi Marota di acara itu, sejumlah organisasi fundamentalis di Israel meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon bertindak untuk menghentikan keikutsertaan Marota.
Kementerian Luar Negeri Israel juga sibuk melobi sejumlah organisasi di seluruh dunia untuk menentang penyelenggaraan "Pekan Apartheid Israel". Kementerian menyebut acara yang sudah mendunia itu sebagai kampanye untuk menyerang "legitimasi Israel".
"Pekan Apartheid Israel" digagas oleh sekelompok mahasiswa di Toronto, Kanada pada tahun 2004. Kampanye itu kemudian menjadi acara tahunan di puluhan universitas di 58 negara.
"Pekan Apartheid Israel" diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari aksi protes terhadap kebijakan apartheid Israel, ceramah tentang penjajahan dan penindasan Israel di Palestina, pemutara film dan seruan boikot terhadap perekonomian dan institusi akademis Israel untuk menekan Israel agar menghentikan kebijakan apartheidnya. (ln/imemc)
Lainnya (Arsip)
- Para Mullah di Afghanistan Diminta Kampanyekan Hak-Hak Perempuan
Rabu, 03/03/2010 12:50 WIB - Israel Seret Anak Palestina ke Pengadilan Militer
Rabu, 03/03/2010 11:35 WIB - Karadzic Laknatullah: Pembantaian Muslim Bosnia Hanyalah 'Mitos'
Rabu, 03/03/2010 10:40 WIB - Ilmuwan Inggris Mendeteksi Teroris Lewat Bentuk Hidung
Rabu, 03/03/2010 09:26 WIB - Ingin Berjihad ke Gaza, Enam Warga Yordan Malah Divonis Penjara
Rabu, 03/03/2010 08:39 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




