Pelajar Afghan Demo Kecam Rencana Pembakaran Al-Quran Gereja AS
Ratusan warga Afghan berteriak "Matilah Amerika" dalam sebuah unjuk rasa di luar sebuah masjid di ibukota Afghanistan hari Senin kemarin (6/9) dalam rangka memprotes rencana sebuah gereja Amerika yang akan membakar salinan Al-Qur'an pada hari peringatan serangan 11 September.
Para demonstran, sebagian besar siswa dari sekolah-sekolah agama, berkumpul di luar masjid Milad ul-Nabi Kabul untuk mengutuk rencana gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida yang berencanan membakar al-Quran untuk memperingati ulang tahun kesembilan dari serangan terhadap Amerika Serikat.
"Kami meminta Amerika untuk menghentikan menodai Al Qur'an Suci kami," kata seorang siswa bernama Wahidullah Nori kepada Reuters. Dia mengatakan aksi demo mengutuk gereja AS itu akan terus berlangsung setiap hari.
Kedutaan Besar AS di Kabul mengatakan, "Pemerintah Amerika Serikat sama sekali tidak membenarkan tindakan seperti karena tidak menghormati terhadap agama Islam, dan sangat prihatin adanya upaya yang disengaja untuk menyinggung anggota kelompok agama atau etnis tertentu."
"Warga Amerika dari semua latar belakang agama dan etnis ini menolak inisiatif serangan oleh kelompok kecil di Florida, sejumlah besar suara Amerika memprotes laporan yang dibuat oleh organisasi ini," kata kedubes AS di kabul dalam sebuah pernyataan.
Demonstrasi dan kerusuhan yang dipicu oleh penodaan terhadap Al-Quran tidak jarang terjadi di Afghanistan. Protes paling keras datang setelah kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad di sebuah koran Denmark pada tahun 2006.
Pada bulan Januari tahun ini, pasukan Afghanistan menembak mati delapan demonstran dan melukai 13 di provinsi Helmand selatan dalam kerusuhan yang dipicu oleh laporan bahwa pasukan asing telah menodai Alquran selama razia. Namun Juru bicara pasukan NATO membantah laporan tersebut. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Peringatan Petraeus: Rencana Membakar Quran Itu Akan Membahayakan Amerika Di seluruh Dunia
Selasa, 07/09/2010 06:48 WIB - Pembentukan Negara Israel: Washington, Mesir, Dan Rusia?
Selasa, 07/09/2010 06:26 WIB - Bukan Taliban Yang Menculik Kosuke Tsuneoka
Selasa, 07/09/2010 06:11 WIB - Muslim Malaysia Protes Iklan Lebaran Mirip Iklan Santa Klaus Natal
Senin, 06/09/2010 16:39 WIB - Soal Nuklir Israel, IAEA Melempem
Senin, 06/09/2010 16:13 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




