Pelajar Pakistan Lebih Memilih Bergabung dengan Al-Qaidah Daripada Belajar

Ratusan pelajar di kota pelabuhan selatan Karachi telah meninggalkan Islami Jamiat-e-Talaba (IJT), serikat pelajar terbesar di Pakistan, untuk bergabung dengan kamp-kamp pelatihan Al-Qaidah di wilayah kesukuan Waziristan di perbatasan dengan Afghanistan, Asia Times Online melaporkan.
Organisasi IJT ini merupakan sayap pelajar dari Jamaat-e-Islami (JI), partai Islam utama negara itu.
"Ini benar. Mereka sekarang memiliki perkemahan mereka sendiri di Waziristan Utara dan itu adalah murni pekerjaan Dr. Arsyad Wahid sehingga sejumlah besar orang bergabung di sini," kata Usman Punjabi, seorang pemimpin kelompok perlawanan, kepada Asia Times Online lewat telepon.
Arsyad Wahid adalah seorang spesialis ginjal terkenal yang menjadi presiden Pakistan Islamic Medical Association, sebuah sayap dokter dari JI. Dia dan saudaranya Dr. Akmal Wahid, seorang dokter kardiovaskular, ditangkap pada tahun 2004 setelah serangan terhadap sebuah konvoi militer di Karachi pada tahun 2004. Mereka didakwa dengan memfasilitasi anggota Al-Qaidah dan berafiliasi dengan Jundallah.
Arsyad Wahid dan saudaranya itu kemudian dibebaskan dan dipindahkan ke Waziristan Selatan, di mana akhirnya Arsyad Wahid tewas dalam serangan 'drone' pada tahun 2008.
Dia adalah warga Pakistan pertama yang merupakan simpatisan Al-Qaidah yang tampil dalam sebuah film dokumenter panjang yang diterbitkan oleh sayap media Al-Qaidah Al-Sahab, di mana ia menjadi model panutan di video tersebut.
Eksodus para pelajar ke daerah kesukuan itu juga dikonfirmasi oleh mantan pemimpin sayap pemuda JI yang berbicara dengan Asia Times Online pada kondisi anonimitas, "Bagi saya tidak perlu menyembunyikan hal ini, memang benar, banyak para pelajar IJT telah meninggalkan IJT dan saya takut yang tersisa juga akan segera meninggalkan Karachi. "
Menurut seorang pejabat kontra-terorisme Pakistan, studi kasus menunjukkan bahwa awalnya semua jihadis direkrut untuk melawan pasukan asing di Afghanistan, tetapi akhirnya mereka akhirnya berperang melawan pasukan keamanan Pakistan.
Ini merupakan perkembangan penting dalam perjuangan Al-Qaidah dan pukulan besar bagi Pakistan di manha sejumlah besar orang yang berafiliasi dengan partai Islam berpengaruh di negara itu sebagian besar - yang selalu dianggap sebagai aset strategis utama untuk pembentukan militer - telah bergabung dengan al-Qaidah.
Perkembangan ini dapat dibandingkan dengan tahun 2005, ketika, setelah tindakan keras terhadap kelompok perlawanan, ratusan warga terlatih untuk bertempur dari Kashmir pergi ke Waziristan Utara untuk bergabung dengan al-Qaidah.
Ini termasuk Ilyas Kashmir, yang sekarang bergabung dengan Brigade 313 sayap operasional penting al-Qaidah, dan veteran jihad Abdul Jabbar. (fq/asiatimes)
Lainnya (Arsip)
- Pakistan Bantah telah Membantu Taliban
Selasa, 27/07/2010 13:56 WIB - Kapal Bantuan AS "The Audacity of Hope" Akan Mencoba Tembus Gaza
Selasa, 27/07/2010 13:43 WIB - Galloway: Tidak Ada Lagi Orang di Dunia Ini Bersimpati dengan Israel
Selasa, 27/07/2010 13:22 WIB - Siapa Julian Assange, Si Bos Wikileaks?
Selasa, 27/07/2010 13:04 WIB - Oliver Stone: Media dan Pemerintah AS Tak Berdaya oleh Cengkeraman Yahudi
Selasa, 27/07/2010 13:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




