Pembunuh "Syahidah Jilbab" Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Rabu, 26/08/2009 07:39 WIB | Arsip | Cetak

Jaksa penuntut Jerman mengatakan pada Selasa kemarin bahwa mereka akan menuntut hukuman seumur hidup terhadap pria anti Islam yang telah melakukan pembunuhan brutal terhadap seorang muslimah Mesir yang sedang hamil yang dijuluki "Syahidah Jilbab" Marwa Al-Sharbini.

Jaksa di wilayah timur kota Dresen mengatakan bahwa Alex W (28 tahun) warga Jerman keturunan Rusia membunuh secara brutal Marwa didorong oleh rasa "kebencian" yang mendalam terhadap orang non Eropa dan umat Islam.

Pakar psikolog tidak menemukan bukti yang dapat mengurangi tuduhan terhadap Alex, dan jaksa mengatakan meraka akan menuntut hukuman terhadap Alex dengan tuntutan hukuman seumur hidup.

Informasi lebih lanjut tentang kapan sidang akan berlangsung akan segera dipublikasikan kemudian dalam seminggu ini, kata mereka.

Pada tanggal 1 Juli yang lalu, Alex W telah menyerang Marwa Al-Sharbini sewaktu Marwa memberikan kesaksian untuk melawan dia di pengadilan Dresden, Alex menikam Marwa sebanyak 16 kali di dada dan dipunggungnya dengan pisau sepanjang 18 cm di depan anak laki-lakinya, kata jaksa.

Kematian Marwa telah menyulut sentimen anti Jerman di beberapa negara Islam termasuk di negara asal Marwa Mesir dan negara Iran.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad telah menyalahkan pemerintah Jerman atas terjadinya pembunuhan tersebut, dan gelombang aksi unjuk rasa terjadi secara besar-besaran di luar kedutaan Jerman di Teheran serta Kairo.

Alex si pembunuh menyebut jilbab yang Sharbini kenakan seperti "Islamis" dan "Teroris". Alex juga sempat menikam suami Marwa - Elwy Okaz yang malah ditembak kakinya oleh polisi sewaktu ia berusaha menolong istrinya.

Alex juga dituntut atas usaha pembunuhan terhadap Okaz suami Marwa dan melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.

Hukuman seumur hidup, hukuman yang cukup ringan yang diterima oleh Alex sang pembunuh. Bayangkan kalau seandainya yang melakukan pembunuhan secara terang-terangan seperti itu adalah umat Islam, tentu akan lain tuntutan hukumannya.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang