Pemerintah Inggris Larang Buku "The Terrorist Hunters"

Jumat, 03/07/2009 15:38 WIB Cetak |  Kirim

Pemerintah Inggris melarang peredaran buku berjudul "The Terrorist Hunters" karya Andy Hayman, mantan asisten komisaris Kepolisian Metropolitan, London, Inggris. Pelarangan dilakukan pada malam hari, beberapa jam sebelum buku itu diluncurkan yang rencananya akan digelar pada Kamis (2/7) pagi.

Pemerintah Inggris, lewat Jaksa Agung-nya mengumumkan larangan itu pada Rabu malam tanpa menjelaskan apa alasan larang tersebut. Pihak pemerintah hanya mengatakan bahwa mereka masih harus meneliti isi buku tersebut.

"The Terrorist Hunters" adalah buku berisi memoar Andy Hayman-mantan kepala divisi anti-terorisme Kepolisian Metropolitan-tentang bagaimana Kepolisian Metropolitan melakukan operasi anti-terorisme dan memburu orang-orang yang dicurigai sebagai teroris di Inggris. Dalam buku tersebut, juga dimuat pengakuan salah seorang jaksa di Inggris tentang pengalamannya dalam memerangi terorisme, informasi-informasi yang selama ini tidak muncul ke publik seputar peristiwa serangan bom tanggal 7 Juli 2006 di London dan terbunuhnya seorang warga Brazil bernama Charles De Menezes seminggu setelah insiden serangan bom tersebut.

Hayman juga mengungkap berbagai peristiwa dibalik kasus kematian agen Rusia, Alexander Litvinenko tahun 2007, yang menurut laporan meninggal di sebuah rumah sakit di London akibat keracunan radioaktif.

Pimpinan Kepolisian Metropolitan, Komisaris Polisi Sir Paul Stephenson menyampaikan keberatannya atas penerbitan buku tersebut. Menurutnya, materi-materi dalam buku itu seharusnya di cek dan mendapatkan ijin terlebih dulu dari pihak berwenang sebelum diterbitkan.

"Sebagai Komisaris, saya terkejut karena saya tidak punya akses terhadap buku ini sebelum diterbitkan. Buku ini mengejutkan saya, sangat mengganggu dan tidak tahu tata krama," tukas Stephenson pada para wartawan di Inggris.

Pemerintah Inggris melarang peredaran "The Terrorist Hunters" bisa jadi karena mereka takut konspirasi-konspirasi mereka dalam penanganan masalah terorisme terbongkar ke khalayak.(ln/prtv)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG