Pemerintah Rusia Mengakui Polisinya Korup
Mendagri Rusia berjanji akan mengadili polisi yang korup. Pemerintah Rusia telah mengakui bahwa beberapa bagian dalam angkatan kepolisian di negara itu sudah berubah menjadi apa yang digambarkan oleh menteri dalam negeri sebagai bisnis-bisnis kriminal.
Ini merupakan pengakuan paling jujur sejauh ini mengenai praktik korupsi serta berbagai bentuk kejahatan lain yang dilakukan oleh para anggota badan penegak hukum. Pemerintah mengeluarkan pernyataan tersebut setelah seorang pejabat tinggi polisi di Rusia Selatan mengirim sebuah rekaman video ke internet, dan dalam rekaman tersebut ia mengimbau Perdana Menteri Rusia, Vladmir Putin, agar menangani masalah itu.
Pemerintah sigap menanggapi perkembangan yang merupakan serangkaian pengungkapan paling baru yang sangat memalukan mengenai angkatan kepolisian negara itu. Awal tahun ini seorang pejabat tinggi polisi melancarkan penembakan di sebuah pasar swalayan yang menewaskan tiga orang.
Insiden itu terekam oleh kamera-kamera keamanan, disiarkan oleh televisi Rusia dan bisa pula disaksikan melalui internet. Sekarang seorang pejabat polisi lain juga telah berterus-terang melalui satu rekaman video di internet, dan rekaman ini menurut catatan telah diakses sebanyak lebih dari tujuh ratus ribu kali dalam jangka waktu beberapa hari saja.
Pejabat polisi dari Russia selatan itu menuduh para atasannya memaksa polisi menangkap orang-orang tidak bersalah guna memastikan bahwa jumlah penangkapan yang telah ditetapkan setiap bulannya terpenuhi. Dia juga mengatakan bahwa gaji mereka begitu rendah sehingga mereka terpaksa menerima uang suap. Pengakuan yang begitu terang-terangan ini tidak biasa dilakukan oleh seorang polisi.
Polisi ini jelas telah menimbulkan dampak yang besar - tampak dari jumpa pers yang digelarnya, dipenuhi oleh wartawan di Moskow kemarin. Demikian laporan wartawan BBC di Moskow, Richard Galpin. Polisi itu mengatakan ia ingin bertemu dengan Perdana Menteri Vladimir Putin guna memastikan dilakukannya satu penyelidikan yang semestinya guna memulihkan kehormatan serta martabat angkatan kepolisian.
Menteri dalam negeri Rusia telah mengumumkan bahwa setiap polisi yang dituduh melakukan kejahatan yag serius akan diseret ke meja pengadilan. (m/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Teka-Teki Insiden Fort Hood, Hasan Menolak Bicara
Rabu, 11/11/2009 09:52 WIB - Klarifikasi Nik Aziz : "Tidak Ada Bai'at Cerai Dalam Kepala Saya"
Rabu, 11/11/2009 08:34 WIB - Babak Baru Bulan Madu AS-Afghanistan: Ada Apa Di Balik Kemenangan Karzai?
Rabu, 11/11/2009 06:36 WIB - Bagaimana Facebook Menjadi Alat Politik Yahudi?
Rabu, 11/11/2009 06:32 WIB - Azan Waktu Shalat di Kairo: Sebuah Kontroversi?
Selasa, 10/11/2009 16:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




