Pemerintah Turki Akhirnya Ijinkan Drama Berbahasa Kurdi

Pemerintahan Turki kian menunjukkan keseriusannya dalam masalah keterbukaan, persamaan, dan demokrasi di dalam negerinya. Salah satunya adalah dengan membukanya kran kebebasan dan persamaan yang lebih luas bagi minoritas ras Kurdi yang hidup di bagian Tenggara Turki.
Beberapa bulan yang lalu, secara resmi pemerintahan Turki membuka layanan program siaran berbahasa Kurdi pada kanal-kanal televisi milik negara. Padahal, sebelum era "keterbukaan" yang terus digencarkan olel PM Turki Erdogan ini, penggunaan bahasa Kurdi dilarang secara umum dan resmi di Turki.
Sumber-sumber berita milik pemerintahan Turki mengabarkan pada Senin (21/9) kemarin, sebuah pertunjukan drama nasional untuk pertamakalinya akan digelar dalam bahasa Kurdi.
Kantor berita Anadolu melansir, drama nasional berjudul "Mati yang Hidup" yang menceritakan kisah terbunuhnya para wanita Kurdi karena mempertahankan kemuliaan mereka akan dipentaskan untuk pertamakalinya pada Oktober mendatang di wilayah Diyar Bakar, Turki Tenggara, yang mayoritas dihuni oleh etnik Kurdi.
PM Turki Recep Tayep Erdogan menyatakan, pihaknya akan memperluas hak-hak politik, budaya, dan kenegaraan minoritas Kurdi. Erdogan juga menegaskan, pemerintahan berkomitmen teguh untuk mampu menyalurkan aspirasi warga negara Turki dari kalangan ras mana pun mereka berasal.
Jumlah etnik Kurdi di Turki mencapai sekitar 17 persen dari total 71 juta jumlah penduduk Turki. Ras dan bahasa Kurdi lebih dekat dan merumpun dengan etnik dan bahasa Iran, yang juga merupakan salah satu rumpun dari ras Arya (Indo-Eropa). Dalam sejarah Islam, salah satu orang Kurdi yang terkenal adalah Shalahuddin al-Ayyubi, penakluk tentara salib dan pendiri dinasti Ayyubiah di Mesir.
Sebelum masa Erdogan, hubungan minoritas Kurdi dengan mayoritas Turki lebih banyak diwarnai bersitegang dan perang. Orang-orang Kurdi di wilayah tenggara kerap melancarkan serangan dan kontak senjata. Selain dianggap minoritas, orang Kurdi juga dianggap pemberontak. (L2/berbagai sumber)
Lainnya (Arsip)
- Ulama Senior Kaukakus Dibunuh pada Hari Idul Fitri
Senin, 21/09/2009 21:09 WIB - Idul Fitri Mayoritas Negara Muslim Pada 20/9, di Aljazair 21/9
Senin, 21/09/2009 09:39 WIB - Umat Islam di Seluruh Dunia Rayakan Idul Fitri
Senin, 21/09/2009 09:30 WIB - Muslim Yunani Iedul Fitri Tanpa Masjid
Senin, 21/09/2009 07:33 WIB - Idul Fitri di Bosnia, Mufti Serukan Persatuan Bagi Rakyat Bosnia
Minggu, 20/09/2009 21:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




