Pemerintah Turki Akhirnya Ijinkan Drama Berbahasa Kurdi

Selasa, 22/09/2009 17:28 WIB | Arsip | Cetak

Pemerintahan Turki kian menunjukkan keseriusannya dalam masalah keterbukaan, persamaan, dan demokrasi di dalam negerinya. Salah satunya adalah dengan membukanya kran kebebasan dan persamaan yang lebih luas bagi minoritas ras Kurdi yang hidup di bagian Tenggara Turki.

Beberapa bulan yang lalu, secara resmi pemerintahan Turki membuka layanan program siaran berbahasa Kurdi pada kanal-kanal televisi milik negara. Padahal, sebelum era "keterbukaan" yang terus digencarkan olel PM Turki Erdogan ini, penggunaan bahasa Kurdi dilarang secara umum dan resmi di Turki.

Sumber-sumber berita milik pemerintahan Turki mengabarkan pada Senin (21/9) kemarin, sebuah pertunjukan drama nasional untuk pertamakalinya akan digelar dalam bahasa Kurdi.

Kantor berita Anadolu melansir, drama nasional berjudul "Mati yang Hidup" yang menceritakan kisah terbunuhnya para wanita Kurdi karena mempertahankan kemuliaan mereka akan dipentaskan untuk pertamakalinya pada Oktober mendatang di wilayah Diyar Bakar, Turki Tenggara, yang mayoritas dihuni oleh etnik Kurdi.

PM Turki Recep Tayep Erdogan menyatakan, pihaknya akan memperluas hak-hak politik, budaya, dan kenegaraan minoritas Kurdi. Erdogan juga menegaskan, pemerintahan berkomitmen teguh untuk mampu menyalurkan aspirasi warga negara Turki dari kalangan ras mana pun mereka berasal.

Jumlah etnik Kurdi di Turki mencapai sekitar 17 persen dari total 71 juta jumlah penduduk Turki. Ras dan bahasa Kurdi lebih dekat dan merumpun dengan etnik dan bahasa Iran, yang juga merupakan salah satu rumpun dari ras Arya (Indo-Eropa). Dalam sejarah Islam, salah satu orang Kurdi yang terkenal adalah Shalahuddin al-Ayyubi, penakluk tentara salib dan pendiri dinasti Ayyubiah di Mesir.

Sebelum masa Erdogan, hubungan minoritas Kurdi dengan mayoritas Turki lebih banyak diwarnai bersitegang dan perang. Orang-orang Kurdi di wilayah tenggara kerap melancarkan serangan dan kontak senjata. Selain dianggap minoritas, orang Kurdi juga dianggap pemberontak. (L2/berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang