Pemilu Lokal di Irak, Banyak yang Golput

Senin, 02/02/2009 11:50 WIB | Arsip | Cetak

Pemilu lokal di Irak kini sudah sampai pada tahap penghitungan suara. Pemilu kedua yang dilakukan setelah invasi AS ini menjadi uji coba bagi stabilitas keamanan di Irak dan untuk melihat sejauh mana dukungan rakyat terhadap partai-partai yang ada di Irak, sebelum pemilu nasional yang akan digelar tahun ini juga. Meskipun tingkat partisipasi rakyat Irak dalam pemilu lokal kali ini, sangat rendah dibandingkan pemilu sebelumnya.Ketua Komisi Pemilu Irak Faraj al-Haydari mengatakan, tingkat partisipasi pemilu rakyat Irak tahun 2005 lalu mencapai 60 persen.

Pemilu lokal di Irak digelar di 14 provinsi dari 18 provinsi yang ada di Irak, dengan lebih dari 14.000 kandidat dimana 4.000 diantaranya adalah kaum perempuan, yang akan memperebutkan 440 kursi di 14 dewan legislatif daerah. Mereka nantinya bertugas memilih mengajukan calon gubernur yang akan memimpin provinsi masing-masing dan mengawasi proyek-proyek rekonstruksi dan keuangan. Empat provinsi di Irak yang akan menyusul menggelar pemilu adalah empat daerah otonomi Provinsi Kirkuk, dan tiga provinsi Kurdi yaitu Irbil, Dohuk dan Sulaimaniya.

Tapi dari 15 juta orang yang terdaftar sebagai pemilih, hanya sekitar 7,5 juta orang yang menggunakan hak suaranya atau sekitar 51 persen saja. Angka ini jauh dari perkiraan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki yang berharap tingkat keikutsertaan pemilu bisa mencapai 70 sampai 80 persen.

Kalangan Muslim Sunni yang pernah memboikot pemilu tahun 2005 lalu, dalam pemilu kali ini paling tinggi tingkat partisipasinya. Menurut data komisi pemilu Irak, di provinsi Salahuddin yang didominasi warga Sunni, tingkat partisipasinya mencapai 65 persen, di Provinsi Nineveh mencapai 60 persen tapi di Provinsi Anbar menurun menjadi hanya 40 persen.

Sedangkan di provinsi yang didominasi Muslim Syiah, tingkat partisipasi tertinggi terjadi di Provinsi Muthanna sebesar 61 persen. Partisipasi terendah terjadi di kota Basra sekitar 48 persen dan di Baghdad sekitar 40 persen.

Sedikitnya, terdapat 300.000 pemantau lokal dan internasional yang mengawasi pelaksanaan pemilu lokal di Irak. Para pemantau independen mengaku banyak menerika laporan tentang upaya jual beli suara. Selain rendahnya partisipasi masyarakat, pemilu lokal di Irak juga diwarnai aksi-aksi kekerasan berupa pembunuhan empat kandidat dari kalangan Muslim Sunni dan seorang kandidat dari Muslim Syiah.

Meski demikian, utusan khusus PBB untuk Irak, Staffan de Mistura mengatakan secara umum pemilu berjalan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti. Persoalan organisasional dan logistik yang terjadi, kata Mistura, tidak terlalu mempengaruhi jalannya pemilu. (ln/aljz/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang