Pemilu Pertama Di Arab Saudi?

Lima tahun lalu bulan ini, ada sesuatu yang “baru namun ganjil” di Arab Saudi ketika seorang laki-laki (tapi tidak untuk perempuan) diberi kesempatan memilih, untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.
Mereka adalah setengah pemilihan anggota dewan, setengah lainnya diangkat oleh raja. Di Riyadh misalnya, 640 calon bersaing hanya untuk tujuh kursi dan beberapa orang dari mereka menghabiskan uang dalam jumlah besar yang absurd untuk berkampanye.
Inilah babak baru dari pemerintahan Saudi. Mereka akan segera mulai menerapkan demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Seperti diketahui bahwa di negara ini tidak ada pesta demokrasi sebelumnya.
Menurut laporan dalam Saudi Gazzette bulan lalu, undang-undang baru yang sudah dirancang dalam beberapa tahun ini berusaha merombak kekuasaan dan fungsi dari kerajaan, termasuk sanksi-sanksi keras untuk kecurangan suara dan pelanggaran lain dan peningkatan penekanan pada akuntabilitas publik.
Bahkan Saudi Gazzette memperkirakan bahwa di masa depan, tidak tertutup wanita akan dilibatkan dalam pemilihan ini.
Jika benar Saudi akan mulai melaksanakan pemilu ini, maka dipastikan semua sistem Islam yang sudah sedikit itu akan semakin punah dari muka bumi, digantikan dengan demokrasi. (sa/albab)
Lainnya (Arsip)
- Anwar Awlaqi: Umar Faruq adalah Murid Saya
Jumat, 05/02/2010 10:13 WIB - Dan Nominasi Oscar 2010 Jatuh Kepada, Yahudi!
Jumat, 05/02/2010 10:12 WIB - Menlu Israel Ancam Akan Gulingkan Presiden Suriah
Jumat, 05/02/2010 09:57 WIB - Polisi Dubai: Netanyahu akan Ditangkap, Jika Mossad yang Membunuh Mabhuh
Jumat, 05/02/2010 09:39 WIB - Tentara AS Kembali Bikin Ulah, Ulama Afghan Ditembak Mati
Jumat, 05/02/2010 08:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




