Pemimpin Libya: Saya Tidak Anti-Yahudi

Senin, 26/04/2010 16:38 WIB | Arsip | Cetak

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi menyatakan bahwa dirinya tidak anti-Yahudi tapi anti-Zionis Israel. Ia juga mengatakan bahwa solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina adalah solusi yang "tolol" dan "tidak realistik."

Pernyataan itu diungkapkan Gaddafi saat menerima kunjungan 40 orang warga Arab Israel, diantaranya adalah anggota parlemen Israel (Knesset). Mereka datang ke Libya tidak menggunakan paspor Israel tapi menggunakan ijin masuk ke negara Libya yang dikeluarkan oleh pemerintahan Gaddafi.

Diantara rombongan adalah salah satu anggota parlemen Israel Ahmed Tibi, Ketua Komite Tinggi Monitoring untuk Warga Arab, Mohammed Zidan, sejumlah wartawan dan pemuka agama. Dalam acara makan malam, Gaddafi membandingkan penjajahan Israel di Palestina yang menurutnya mirip dengan situasi Libya ketika masih berada di bawah penjajahan Italia.

Pada kesempatan itu, Gaddafi juga menyatakan bahwa Yudaisme berbeda dengan Zionisme, ideologi yang menjadi dasar didirikannya negara ilegal Israel. "Kami (Libya) tidak anti-Yahudi, tapi kami punya masalah dengan zionisme dan para pemimpin zionis yang sekarang menjajah rakyat Palestina," ujarnya.

Pemimpin Libya yang nyentrik itu mengingatkan Israel untuk tidak mengganggu demografi rakyat Palestina dengan membuat rakyat Palestina hidup terpencar, karena kebijakan itu akan memicu perlawanan. "Ledakan amarah manusia lebih dahsyat dibandingkan ledakan senjata nuklir," tandas Gaddafi.

Pada rombongan warga Arab Israel itu, Gaddafi kembali menegaskan bahwa mereka harus melipatkangandakan kekuatan untuk melawan kebijakan-kebijakan rezim Zionis yang ingin mengusir mereka. Gaddafi juga menolak solusi dua negara yang disebutnya solusi yang "tolol" dan "tidak realistik." Menurutnya, solusinya hanya satu negara bagi warga Arab dan Yahudi di Palestina.

"Israel tidak akan pernah menjadi negara yang murni Yahudi di kawasan ini. Saya pikir, solusinya hanya satu negara melalui pemilu dibawah supervisi PBB. Solusi dua negara untuk dua kelompok masyarakat adalah solusi yang 'tolo' dan'tidak realistis'," tukas Gaddafi. (ln/Ynet/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang