Pemuka Islam-Katolik Serukan Sistem Ekonomi Etis

Jumat, 07/11/2008 09:30 WIB | Arsip | Cetak

Dialog antara ulama Muslim dan pemuka agama Katolik yang berlangsung di Vatikan, berakhir hari Kamis kemarin. Para pemuka agama Islam dan Katolik itu mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan dunia yang bebas dari kekerasan, kebebasan beragama dan penerapan sistem perekonomian yang etis.

"Kami menyerukan seluruh umat beragama untuk menerapkan sistem finansial yang beretika, yang pengaturan mekanismenya berpihak pada masyarakat miskin dan kurang beruntung, baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai bangsa," demikian salah satu dari 15 butir pernyataan bersama mereka.

Dialog melibatkan 50 ulama Muslim dan pemuka agama Katolik dan berlangsung selama tiga hari. Secara khusus mereka memberikan pernyataan terkait situasi perekonomian dunia yang sedang mengarah ke kondisi resesi ekonomi global.

Menurut para pemuka agama itu, negara-negara yang memiliki banyak hutang dan paling terpengaruh oleh krisis keuangan global harus diperlakukan dengan adil dan harus dicari jalan untuk mengatasi berbagai persoalan yang timbul akibat krisis yang terjadi. Misalnya masalah produksi dan distribusi bahan pangan.

"Para penganut agama dan seluruh umat manusia harus bekerjasama untuk membantu mereka yang kelaparan," tegas mereka.

Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mempekirakan ada 923 juta penduduk dunia yang saat ini mengalami kelaparan. Menurut Direktur FAO Jacques Diouf, jumlah penduduk dunia yang akan kelaparan akab bertambah lebih dari 100 juta orang jika praktek-praktek kebijakan pertanian yang tidak adil tidah berubah. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang