Penasehat Deplu: Invasi Inggris ke Irak Melanggar Hukum Internasional

Michael Wood, mantan penasehat hukum senior departemen luar negeri Inggris mengakui bahwa penggunaan kekuatan militer ke Irak bertentangan dengan hukum internasional, karena tidak atas persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Wood mengungkapkan hal itu dalam pernyataan tertulis yang disampaikannya pada tim yang saat ini sedang menyelidiki keterlibatan pemerintah Inggris dalam invasi ke Irak tahun 2003. Dalam pernyataannya, Wood juga mengungkapkan bahwa Menlu Inggris Jack Straw telah mengabaikan nasehatnya soal invasi ke Irak.
Menurutnya, pada bulan Januari 2003 ia menulis surat pada Straw yang isinya menyatakan bahwa tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan PBB, Inggris secara hukum tidak bisa menggunakan kekuatan militer terhadap Irak dan Inggris harus mematuhi resolusi tentang senjata pemusnah massal Dewan Keamanan PBB.
Keterangan Wood makin menyulitkan Tony Blair, perdana menteri ketika itu, yang juga akan dipanggil oleh tim penyelidik. Blair sendiri di luar penyelidikan sudah mengakui bahwa invasi ke Irak atas kecurigaan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal, melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tentang kepemilikin senjata pemusnah massal.
Tapi jaksa agung dan kepala penasehat bidang hukum Blair saat itu, Peter Goldsmith memberikan lampu hijau bagi pemerintahan Blair untuk ikut dalam pasukan koalisi pimpinan AS menginvasi Irak dengan alasan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1441 yang ditetapkan pada bulan November 2002 itu bisa menjadi dasar bagi penggunaan kekuatan militer Inggris di Irak.
Masukkan yang diberikan Goldsmith berbeda dengan masukkan yang diberikan Wood selaku penasehat hukum departemen luar negeri Inggris. Wood pada tim penyelidik mengatakan bahwa ia tetap konsisten memberikan nasehat pada pemerintah bahwa menumbangkan sebuah rejim tidak bisa dijadikan alasan untuk mengobarkan perang.
Salah seorang pejabat di masa pemerintahan Blair, Elizabeth Wilmshurst yang juga menjadi saksi dalam penyelidikan, termasuk yang mendukung nasehat Wood. Wilmshurst ketika itu menjabat sebagai salah satu deputi Wood, ia mengundurkan diri beberapa hari sebelum invasi karena ia menentang keterlibatan Inggris dalam invasi tersebut. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Netanyahu Akan Bawa Satu Juta Imigran Yahudi ke Israel
Rabu, 27/01/2010 10:29 WIB - UU Pemilu Mesir Untungkan Mubarak, Ikhwan Tuntut Amandemen
Rabu, 27/01/2010 10:08 WIB - "Suatu Hari Rejim Zionis Akan Lenyap"
Rabu, 27/01/2010 09:43 WIB - Parlemen Perancis Resmi Larang Cadar
Rabu, 27/01/2010 08:28 WIB - Israel: Erdogan Anti-Semit
Rabu, 27/01/2010 07:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




