Penasehat Obama, Ingin Mengirim Tentara AS Lebih Banyak
Penasehat utama Presiden AS, Barack Obama, ingin merekomendasikan agar mengirim tentara lebih banyak ke Afghanistan. Menteri Pertahanan Robert Gate, Kepala Staf Gabungan Pasukan AS, Laksamana Mike Mulen, dan Menlu Hallary Clinton, membuat proposal, yang akan mengajukan usulan agar Obama mengirim pasukan tambahan sebanyak 30.000 ke Afghanistan.
Namun, Presiden Obama belum mengambil keputusan, berapa jumlah pasukan yang akan dikirim ke Afghanistan. Karena, sampai hari ini Presiden Obama masih menungguh situasi di Afghanistan dan Pakistan, apakah cukup kondisif untuk mendukung penambahan pasukan di wilayah Afghanistan.
Di tengag-tengah rencana AS mengirimkan pasukan tambahan, situasi di Afghanistan dan Pakistan, semakin tidak menentu, karena meningkatnya serangan yang dilakukana kelompok Taliban. Dalam beberapa pekan ini, sejumlah propinsi telah jatuh kembali tangan Taliban. Bahkan, para pekerja PBB, telah meninggalkan wilayah-wilayah Afghanistan, karena sudah tidak aman lagi.
Obama sendiri ragu-ragu mengambil keputusan untuk mengirimkan pasukannya ke Afghanistan. Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, berbicara kepada wartawan, di Washington, pilihan mengirim pasukan ke Afghanistan masih belum dapat diputuskan, dan beberapa pilihan masih dipertimbangkan, termasuk melakukan latihan tentara dan polisi Afghanistan.
Tapi, pilihan-pilihan yang paling mungkin sesuai permintaan dari Jendral Mc.Chrystal, yang mengharapkan pasukan tambahan sebanyak 40.000 orang personil. Tapi, sebagian pejabat militer menginginkan hanya tambahan personil militer, sekitar 20.000 sampai 30.000 pasukan. Ro0bert Gate, yang pernah menjadi Menhan di zaman pemerintahan Presiden George Bush, tetap akan menghormati pilihan yang akan diambil Presiden Obama. Penasehat utama lainnya, seperti Wapres Joe Biden, dan Kepala Staf Gedung Putih, Ramh Emanuel ske;ptis atas langkah penambahan pasukan militer ke Afghanistan.
Presiden Obama, juga meragukan terhadap Karzai yang menjadi partner strategisnya dalam memerangi Taliban, karena lemahnya dukungan. Demikian juga, situasi di Pakistan, yang akan menjadi jembatan AS ke Afghanistan menghadapi situasi tidak stabil dan menghadapi ancaman yang serius. Pengiriman pasukan tambahan, sebuah perjudian yang dilakukan AS, dan mempunyai implikasi yang serius bagi masa depan negeri Paman Sam itu. (m/tnt)
Lainnya (Arsip)
- Asisten Menlu: AS Gagal Selesaikan Konflik Israel-Palestina
Rabu, 11/11/2009 15:44 WIB - Pemimpin Gerakan Syabab Bergabung Dengan Pemerintah Somalia
Rabu, 11/11/2009 14:11 WIB - Sejumlah Dubes PBB Terima Surat Misterius
Rabu, 11/11/2009 13:38 WIB - Lebih 24 Orang Tewas di Pakistan
Rabu, 11/11/2009 12:28 WIB - Anggota Parlemen Israel Tuntut Pelarangan Buku "Taurat Raja"
Rabu, 11/11/2009 11:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




