Peneliti dan Mantan Tahanan Membeberkan Kekejaman Penjara Zionis-Israel

Jumat, 26/06/2009 16:15 WIB | Arsip | Cetak

Seorang peneliti masalah tahanan sekaligus mantan tahanan penjara Israel Abdul Naser Farwanah membeberkan kekejaman penjara Zionis-Israel, sesuai apa yang dialaminya selama dipenjara dan hasil penelitiannya.

Ia mengungkapkan, sekitar 70 tahanan Palestina syahid di penjara Zionis akibat siksaan, sejak tahun 1967. Ratusan orang lainnya syahid di luar penjara setelah dibebaskan, karena efek dari siksaan selama dipenjara. Selain itu, ribuan orang menderita berbagai penyakit permanen setelah dibebaskan, akibat kejamnya siksaan selama di penjara.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan Internasional pada Jumat hari ini (26/6/09) ia mengatakan, "Penyiksaan di penjara Yahudi bukanlah perlakuan khusus, namun merupakan perlakuan tetap sejak awal penjajahan. Kemudian penyiksaan itu berkembang seiring berjalannya waktu, hingga menjadi sebuah sistem dalam berinteraksi dengan para tahanan Arab dan Palestina."

Farwanah menambahkan, "Yahudi adalah satu-satunya negara yang melegalkan penyiksaan penjara dalam bentuk undang-undang negara. Mereka menafikan semua perjanjian dan ketentuan internasional yang melarang penyiksaan, bahkan memvonisnya sebagai tindak kriminal." Undang-undang yang melegalakan penyiksaan ini ditetapkan oleh Knesset pada tahun 1987.

Farwanah menjelaskan, "Siksaan di penjara Yahudi bertujuan untuk menghancurkan kepribadian warga Palestina, menghacurkan jasad dan jiwanya, mengubah sikapnya, cara berfikirnya, dan gaya hidupnya."

Ia membeberkan, "Siksaan merupakan tindak kriminal yang dilakukan oleh seluruh pihak penjara, mulai dari penjaganya, pegawai penjara, pihak yang mengintrogasi, hingga dokter dan perawat juga melakukan penyiksaan."

Farwanah menjelaskan juga, bahwa setiap tahanan pasti mengalami penghinaan keji dan tidak manusiawi. Mulai dari bentakan, tangan diikat, mata ditutup, berdiri dalam waktu yang sangat lama, atau duduk di bawah terik matahari dalam kondisi kritis, dipukul dan ditendang. 89% tahanan tidak diizinkan tidur. 94% dipaksa untuk berdiri dalam waktu yang lama. 68% disiksa dengan suhu dingin dan panas, sesuai kondisi cuaca.

Farwanah menambahkan, "Selain itu tahanan juga mengalamai pelecehan seksual, ditelanjangi, diancam perkosa, diperkosa, disiksa dengan arus listrik, dan dipukul pada bagian tubuh yang terluka."

Diakhir penjelasannya Farwanah menyeru seluruh badan dan organisasi nasional maupun internasional yang terluka dengan nasib saudaranya di Palestina, untuk merapatkan barisan dan menyatakan sikap secara resmi dan tindak proaktif menolak kekejaman Zionis, dan menyebarkan informasi tentang kekejaman tersebut melalui berbagai cara dan media. (sn/ikh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang