Pengadilan Eropa: Pencantuman Agama pada KTP di Turki, Pelanggaran HAM

Jumat, 05/02/2010 07:53 WIB | Arsip | Cetak

Pengadilan HAM tinggi Eropa pada Selasa yang lalu menyatakan bahwa menempatkan identitas agama di dalam kartu tanda penduduk di Turki sebagai pelanggaran terhadap undang-undang kebebasan beragama.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) mengatakan pencantuman sebuah "agama" di dalam KTP Turki telah melanggar hak atas kebebasan berpikir, kebebasan hati nurani dan agama - bahkan pemegang KTP harusnya dapat meminta untuk mengosongkan kolom "agama" pada KTP tersebut.

Hak ini, telah diabadikan dalam Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, masyarakat berhak untuk tidak mengungkapkan agama mereka jika mereka memilih untuk tidak mempublikasikannya, kata pengadilan Eropa.

Para hakim Eropa membuat keputusan itu dalam kasus terhadap anggota komunitas "Alevi", agama minoritas yang cukup besar di Turki yang dipengaruhi oleh sufi Islam, tetapi anggota komunitas tersebut menyebut diri mereka bukan muslim.

Pengadilan Turki menolak untuk mengizinkan anggota kelompok Alevi yang bernama Sinan Isik, yang berasal dari barat kota Turki Izmir, untuk menyatakan agamanya sebagai "Alevi" di KTP, karena menurut penguasa mereka masih sub-kelompok Islam.

Sinan Isik kemudian membawa kasusnya ke pengadilan Strasbourg, dengan alasan bahwa menyatakan agama pada dokumen publik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari telah melanggar HAM di bawah konvensi Eropa.

Hakim Strasbourg mendukung keinginan Sinan, meskipun pemegang kartu ID Turki telah diizinkan untuk mengosongkan kolom agama sejak tahun 2006.

"Dengan fakta ini, harus diberlakukan oleh pihak berwajib secara tertulis untuk penghapusan kolom agama pada kartu identitas, dan juga faktanya memiliki kartu identitas dengan mengosongkan kolom agama bukan tindakan terlarang, wajib individu untuk tidak mengungkapkannya karena persoalan agama seseorang adalah persoalan keyakinan paling pribadi, " kata pengadilan dalam putusannya.

"Itu jelas bertentangan dengan prinsip kebebasan, bukan untuk menampilkan satu agama atau kepercayaan."

Meskipun Turki memiliki mayoritas penduduk adalah umat Muslim, namun negara Turki secara resmi sekuler. (fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang