Pengadilan Mesir Putuskan Mahasiswi Berniqab Dilarang Ikut Ujian
.jpg)
Mesir makin represif terhadap kaum muslimah yang mengenakan niqab (cadar) di negeri itu. Setelah menyatakan melarang perempuan mengenakan niqab bulan Oktober lalu, Pengadilan Negeri Piramid itu melarang mahasiswi yang masih mengenakan niqab, ikut ujian di kampusnya.
Namun kebijakan itu tidak membuat kaum muslimah berniqab mundur dan menyatakan akan naik banding atas keputusan pengadilan Mesir yang mendukung larangan ikut ujian bagi mahasiswa berniqab. Para mahasiswi itu menganggap kebijakan pemerintah Mesir telah melanggar hak asasi mereka dalam masalah keagamaan.
"Kami tidak pernah berharap sistem hukum di Mesir mengeluarkan putusan semacam itu. Hak-hak kami telah diperkosa. Kebebasan apa yang bisa kami miliki setelah ini? Dimana kebebasan di Mesir?," protes seorang mahasiswi setelah mendengar putusan pengadilan hari Minggu kemarin.
Kuasa hukum para mahasiswi yang terancam tidak bisa ikut ujian karena mengenakan niqab, Nizar Ghorab menilai larangan mengenakan niqab menunjukkan bahwa pemerintah Mesir telah mendorong terjadinya "perkosaan dan pelecehan seksual" terhadap kaum perempuan di Mesir.
"Larangan mengenakan niqab memaksa kaum perempuan untuk memperlihatkan bagian tubuhnya yang tidak ingin mereka perlihatkan. Kebijakan itu menghancurkan hati kaum perempuan yang mengenakan niqab," kata Ghorab.
"Saya bersumpah, saya akan tuntut siapa pun yang melarang saya ikut ujian karena niqab. Saya tidak akan pernah melepas niqab saya," tandas mahasiswi lainnya.
"Kami akan mempertahankan hak-hak kami sampai ke pengadilan yang paling tinggi. Mereka menyebut kami orang-orang terbelakang dan sekarang mereka mengabaikan serta membatasi kami dari pendidikan," sambungnya.
Sejumlah mahasiswi yang mengenakan niqab menangis mendengar putusan itu, tapi mereka menegaskan tidak akan tinggal diam atas larangan tersebut. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- AS dan Inggris Tutup Kedubesnya di Yaman
Senin, 04/01/2010 10:02 WIB - Hasan Turabi Calon Presiden Sudan?
Senin, 04/01/2010 10:02 WIB - Rakyat Afghanistan Inginkan Penerapan Syariah Islam
Senin, 04/01/2010 08:00 WIB - Fatwa Al Azhar Terkait Tembok Baja Mesir "Cacat Hukum"
Senin, 04/01/2010 05:26 WIB - Angkatan Laut Turki Kawal Rombongan Viva Palestina 3
Senin, 04/01/2010 05:25 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




