Pengadilan Mesir Putuskan Mahasiswi Berniqab Dilarang Ikut Ujian

Senin, 04/01/2010 11:25 WIB | Arsip | Cetak

Mesir makin represif terhadap kaum muslimah yang mengenakan niqab (cadar) di negeri itu. Setelah menyatakan melarang perempuan mengenakan niqab bulan Oktober lalu, Pengadilan Negeri Piramid itu melarang mahasiswi yang masih mengenakan niqab, ikut ujian di kampusnya.

Namun kebijakan itu tidak membuat kaum muslimah berniqab mundur dan menyatakan akan naik banding atas keputusan pengadilan Mesir yang mendukung larangan ikut ujian bagi mahasiswa berniqab. Para mahasiswi itu menganggap kebijakan pemerintah Mesir telah melanggar hak asasi mereka dalam masalah keagamaan.

"Kami tidak pernah berharap sistem hukum di Mesir mengeluarkan putusan semacam itu. Hak-hak kami telah diperkosa. Kebebasan apa yang bisa kami miliki setelah ini? Dimana kebebasan di Mesir?," protes seorang mahasiswi setelah mendengar putusan pengadilan hari Minggu kemarin.

Kuasa hukum para mahasiswi yang terancam tidak bisa ikut ujian karena mengenakan niqab, Nizar Ghorab menilai larangan mengenakan niqab menunjukkan bahwa pemerintah Mesir telah mendorong terjadinya "perkosaan dan pelecehan seksual" terhadap kaum perempuan di Mesir.

"Larangan mengenakan niqab memaksa kaum perempuan untuk memperlihatkan bagian tubuhnya yang tidak ingin mereka perlihatkan. Kebijakan itu menghancurkan hati kaum perempuan yang mengenakan niqab," kata Ghorab.

"Saya bersumpah, saya akan tuntut siapa pun yang melarang saya ikut ujian karena niqab. Saya tidak akan pernah melepas niqab saya," tandas mahasiswi lainnya.

"Kami akan mempertahankan hak-hak kami sampai ke pengadilan yang paling tinggi. Mereka menyebut kami orang-orang terbelakang dan sekarang mereka mengabaikan serta membatasi kami dari pendidikan," sambungnya.

Sejumlah mahasiswi yang mengenakan niqab menangis mendengar putusan itu, tapi mereka menegaskan tidak akan tinggal diam atas larangan tersebut. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang