• Kamis, 29 Ramadhaan 1431/ 9 September 2010
 
 

Pengadilan Perancis Melarang Selebaran Anti-Masjid

Partai Front Nasional di Prancis dilarang membagi-bagikan selebaran yang berisi ajakan untuk menolak rencana pembangunan masjid agung di negeri itu. Larangan tersebut dikeluarkan oleh pengadilan wilayah Merseille, Selasa (8/12).

Pengadilan Merseille memerintahkan Partai sayap kiri yang anti-imigran itu untuk menghancurkan semua selebaran yang sudah dicetak karena dianggap telah melanggar hak kekayaan intelektual.

Pasalnya selebaran tersebut memuat gambar rencana disain bangunan masjid tanpa ijin, terlebih lagi di selebaran itu dicantumkan tulisan provokatif "Tidak untuk Masjid".

Selain itu, selebaran tersebut juga dinilai sensitif menyusul perdebatan larangan menara masjid di Swiss.

Dalam putusannya, hakim pengadilan mewajibkan Partai Front Nasional membayar denda sebesar 2.210 dollar AS atas pelanggaran yang dilakukan.

Pemerintah Prancis sudah menegaskan tidak akan memberlakukan larangan pembangunan menara masjid seperti yang terjadi di Swiss dan menjamin bahwa para walikota akan menjaga komitmen untuk memberi ijin pembangunan masjid-masjid baru di Prancis dengan dilengkapi menara-menara yang tinggi.

Di Prancis akan dibangun belasan masjid-masjid baru, termasuk pembangunan Masjid Agung di kota Merseille yang akan dilengkapi menara setinggi 25 meter. Rencana pembangunan masjid ini ditentang oleh kelompok-kelompok kanan di Prancis.

Sementara itu, Presiden Prancis Nicholas Sarkozy dalam opininya yang dimuat di harian Le Monde meminta umat Islam agar "bijaksana" dalam menjalankan ajaran agamanya. "Daripada mengecam rakyat Swiss, cobalah mengerti apa yang ingin mereka ungkapkan dan apa yang dirasakan banyak bangsa di Eropa, termasuk Prancis," tulis Sarkozy.

Ia juga menyatakan bahwa tak satu pun negara Eropa yang menolak komunitas Muslim dan membatasi hak-hak dasar umat Islam dalam menjalankan ajaran agamanya. Tapi, kata Sarkozy, kekhawatiran Eropa terhadap radikalisme Islam juga harus diperhatikan.

"Rakyat Eropa sangat toleran dan terbuka. Tapi mereka tidak mau lingkungannya, cara berpikir dan hubungan sosial mereka didistorsi," klaim Sarkozy.

Sarkozy mungkin lupa bahwa di negara yang dipimpinnya sekarang memberlakukan larangan berjilbab di sekolah-sekolah sejak tahun 2004. Padahal mengenakan jilbab adalah hak dasar bagi para muslimah. (ln/aby/

Rabu, 09/12/2009 15:14 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

BSM Mobile Banking
BSM Mobile Banking merupakan salah satu fitur dari BSM yang memberikan kemudahan bagi para nasabahnya, salah satu syarat untuk mendapatkan kemudahan ini adalah dengan datang k...

Tabungan iB Rencana
Tabungan iB Rencana adalah tabungan berencana dari Bank Syariah Bukopin. Tabungan iB Rencana merupakan jenis tabungan berjangka dengan potensi bagi hasil yang kompetitif guna ...

PERTANYAAN UMUM EKONOMI SYARIAH
Jual Beli Istishna? Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli, mustashni...

Simulasi Tabungan Rencana
Menabung adalah bagian dari perencanaan keuangan untuk masa depan. Namun, terkadang dengan segala kebutuhan dan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari terkadang menabung adalah ...

 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Kiat Mengajak Anak Mempertahankan Puasa

.Ini si Zaki sudah dua minggu puasa belum pernah tinggal,. demikian ayahnya membanggakan anak laki-laki kecilnya yang berusia 8 tahun.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.