Pengadilan Serbia Vonis 11 Jihadis Dengan Hukuman Penjara

Pengadilan rejim pemerintahan Serbia telah memvonis 11 orang Mujahidin dengan hukuman 13 tahun penjara atas tuduhan perencanaan kegiatan terorisme.
Pengadilan khusus di Belgrade pada hari Jumat yang lalu menyatakan bahwa para terdakwa merencanakan serangan terorisme dengan melawan polisi dan target-target berbeda yang ada di pusat kota Serbia, termasuk kedutaan besar AS yang dibangun pada tahun 2007.
Lima belas umat Islam ditangkap dalam sebuah penyergapan pada tahun 2007 di wilayah Sandzak yang berbatasan dengan Kosovo. Penyergapan tersebut dilaporkan menemukan banyak amunisi dan material pembuatan bom.
Sidang pengadilan telah berlangsung sejak bulan Januari tahun lalu, akan tetapi 12 anggota kelompok yang tertuduh menolak putusan pengadilan dengan melakukan pembelaan lewat pengacara mereka, mereka mengatakan menolak putusan pengadilan Serbia dan hanya Allah yang berhak memutuskan, kata mereka.
"Kami tidak ingin menyerang siapapun, kami hanya umat Islam yang hanya takut kepada Allah," kata Ramovic yang divonis 13 tahun penjara dalam pembelaannya didepan hakim Serbia.
Beberapa insiden telah terjadi baru-baru ini di Sandzak dalam komunitas umat Islam disana, namun dilaporkan tidak ada bukti telah terjadi tindakan terorisme.
Para pengamat mengatakan bahwa masih banyak mujahidin veteran perang Bosnia dari mancanegara yang sekarang tinggal di daerah Balkan setelah perang usai.(fq/aki)
Lainnya (Arsip)
- Kronologi Lengkap Penangkapan dan Penganiayaan 4 Mahasiswa Indonesia di Mesir
Sabtu, 04/07/2009 20:43 WIB - Foto Rakyat Iraq Tewas Ditukar Gambar Porno
Sabtu, 04/07/2009 09:14 WIB - Pakistan Lontarkan Ide Aneh, Kelahiran Anak Dikenakan Pajak
Jumat, 03/07/2009 17:22 WIB - Pemerintah Inggris Larang Buku "The Terrorist Hunters"
Jumat, 03/07/2009 15:38 WIB - Masjid Dilecehkan, Muslim India Bentrok dengan Umat Hindu
Jumat, 03/07/2009 15:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




