Pengadilan Tinggi Turki: Mencabut Larangan Jilbab Itu Langkah Berbahaya

Senin, 21/01/2008 07:16 WIB | Arsip | Cetak

Pengadilan Tinggi Turki memperingatkan bahwa langkah yang ingin ditempuh PM Turki Recep Thaep Erdogan, untuk mencabut larangan jilbab di kampus-kampus, adalah langkah berbahaya yang bisa mengancam perdamaian di masyarakat Turki.

Dalam pernyataan yang disampaikan Pengadilan Tinggi Negara, yang berafiliasi pada sekulerisme, “Langkah ini tidak akan hanya berada di wilayah lembaga pendidikan saja. Kami menanti langkah ini dengan penuh keresahan, karena hal itu akan mempengaruhi situasi damai di masyarakat. ” Pernyataan yang dilansir Reuters itu, juga menjelaskan bahwa para mantan hakim juga telah menjelaskan bahwa ide-ide agama tidak boleh masuk ke wilayah kebebasan demokrasi, karena akan membahayakan prinsip sekuler negara turki.

Seperti diberitakan, Erdogan telah menyatakan bahwa pemerintahnya bakal mencabut larangan memakai jilbab di berbagai perguruan tinggi dengan sesegera mungkin, tanpa menunggu penyempurnaan draft revisi undang-undang yang akan memakan waktu minimal satu tahun.

Dalam harian Shabah, terbitan Turki, Erdogan menyatakan, “Kami akan menghadapi masalah ini bersama. Tidak perlu menunggu undang-undang baru. Mencari solisi masalah ini sebenarnya mudah. Kami akan duduk bersama dan menyelesaikannya dalam satu kali langkah bersama-sama. ”

Sejumlah pengamat politik memandang bahwa ide Erdogan itu memang mungkin dilakukan. Karena memang masalahnya tidak lebih dari pada meminta pemerintah merevisi peraturan yang melarang menggunakan jilbab di sekolah dan kampus. Mereka menegaskan, “Revisi undang-undang tidak diperlukan langkah apapun kecuali satu kali sidang untuk mendukung revisi itu. Menimbang mayoritas parlemen sudah dikuasai oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa, ditambah dukungan suara dari Partai Gerakan Nasional, ” maka revisi UU itu mungkin sekali diberlakukan. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang