Pengadilan Tinggi Turki: Mencabut Larangan Jilbab Itu Langkah Berbahaya
.jpg)
Pengadilan Tinggi Turki memperingatkan bahwa langkah yang ingin ditempuh PM Turki Recep Thaep Erdogan, untuk mencabut larangan jilbab di kampus-kampus, adalah langkah berbahaya yang bisa mengancam perdamaian di masyarakat Turki.
Dalam pernyataan yang disampaikan Pengadilan Tinggi Negara, yang berafiliasi pada sekulerisme, “Langkah ini tidak akan hanya berada di wilayah lembaga pendidikan saja. Kami menanti langkah ini dengan penuh keresahan, karena hal itu akan mempengaruhi situasi damai di masyarakat. ” Pernyataan yang dilansir Reuters itu, juga menjelaskan bahwa para mantan hakim juga telah menjelaskan bahwa ide-ide agama tidak boleh masuk ke wilayah kebebasan demokrasi, karena akan membahayakan prinsip sekuler negara turki.
Seperti diberitakan, Erdogan telah menyatakan bahwa pemerintahnya bakal mencabut larangan memakai jilbab di berbagai perguruan tinggi dengan sesegera mungkin, tanpa menunggu penyempurnaan draft revisi undang-undang yang akan memakan waktu minimal satu tahun.
Dalam harian Shabah, terbitan Turki, Erdogan menyatakan, “Kami akan menghadapi masalah ini bersama. Tidak perlu menunggu undang-undang baru. Mencari solisi masalah ini sebenarnya mudah. Kami akan duduk bersama dan menyelesaikannya dalam satu kali langkah bersama-sama. ”
Sejumlah pengamat politik memandang bahwa ide Erdogan itu memang mungkin dilakukan. Karena memang masalahnya tidak lebih dari pada meminta pemerintah merevisi peraturan yang melarang menggunakan jilbab di sekolah dan kampus. Mereka menegaskan, “Revisi undang-undang tidak diperlukan langkah apapun kecuali satu kali sidang untuk mendukung revisi itu. Menimbang mayoritas parlemen sudah dikuasai oleh Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa, ditambah dukungan suara dari Partai Gerakan Nasional, ” maka revisi UU itu mungkin sekali diberlakukan. (na-str/iol)
Lainnya (Arsip)
- Ratzinger Kembali Singgung Dunia Islam
Senin, 21/01/2008 01:02 WIB - Tertangkap, Pelaku Rencana Pembunuhan Ismail Haniyah
Minggu, 20/01/2008 16:39 WIB - AS: Operasi Militer Israel Sah untuk Pertahankan Diri
Minggu, 20/01/2008 05:38 WIB - Sekjen PBB Kecam Israel, Minta Semua Perbatasan Ghaza Dibuka
Sabtu, 19/01/2008 22:01 WIB - Mahmud Abbas: Tak Benar Saya Akan Mundur
Sabtu, 19/01/2008 07:57 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




