Pengakuan Tentaranya Membuat Militer Israel Panik

Jumat, 20/03/2009 09:49 WIB | Arsip | Cetak

Pengakuan sejumlah tentara Israel tentang bagaimana perilaku kejam mereka terhadap warga sipil Palestina saat operasi "Cast Lead" ke Jalur Gaza bulan Januari kemarin, cukup membuat pejabat militer Israel panik.

Advokat militer Brigadir Jenderal Avichai Mendelblit memerintahkan agar unit investigasi Polisi Militer melakukan penyelidikan menyusul pengakuan para tentara Zionis yang ikut serta dalam agresi brutal Israel ke Jalur Gaza. Apalagi para tentara itu mengungkapkan bahwa mereka berani membantai warga sipil dan merusak bangunan-bangunan sipil karena mendapatkan perlindungan penuh dari para eselon militer Israel.

Danny Zamir, kepala unit khusus militer Israel pada surat kabar Haaretz mengaku syok dengan pengakuan para mantan prajurit perang di Gaza. Ia khawatir pengakuan itu akan menimbulkan dampak serius pada etika di kalangan prajurit Israel.

"Ada pengakuan yang sangat serius bahwa tentara-tentara itu dibenarkan menembak warga sipil, merusak bangunan-bangunan sipil yang menimbulkan atmosfir bahwa mereka merasa diberi wewenang untuk melakukan tindakan yang kelewat batas terhadap warga Palestina," ujar Zamir dalam siaran radio Israel.

Pengakuan para tentara Israel tentang perilaku brutal mereka dalam agresi ke Jalur Gaza kemarin tentu saja membuat panik militer Israel karena Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak selalu membanggakan milter Israel sebagai militer yang "paling bermoral" di dunia.

"Kami punya militer yang paling bermoral di dunia. Mereka siap melaksakan perintah dari pemerintah. Saya meyakinkan bahwa setiap insiden yang dilakukan oleh setiap personel akan diselidiki," kata Barak seperti dikutip Radio Israel.

Dengan adanya pengakuan dari para tentara Israel yang terlibat dalam operasi "Cast Lead", lembaga-lembaga hukum internasional seperti mahkamah internasional dan Dewan Keamanan PBB seharusnya cukup memiliki bukti untuk menyeret para pejabat Israel dan menjatuhkan sanksi tegas pada Israel karena telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

Sejumlah lembaga hak asasi manusia di Israel sendiri mendesak agar segera dilakukan penyelidikan atas agresi brutal Israel ke Gaza. Lembaga HAM Yesh Din dalam pernyataannya mengungkapkan, enam minggu setelah berakhirnya operasi militer Israel ke Gaza, sudah banyak pengakuan yang menguatkan dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan, pejabat militer dan pejabat pemerintahan Israel.

"Tapi sampai saat ini, belum ada satu pun penyelidikan yang dilakukan," demikian pernyataan Yesh Din.

Lembaga itu juga menyatakan, jika memang ada perintah seperti pengakuan para tentara Israel. Maka pelaku dan pemberi perintah sama-sama telah melakukan kejahatan. "Jika Israel tidak melakukan proses hukum sendiri, maka negara lain yang harus melakukannya," tegas Yesh Din. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang