Penjara Bagram Sama Laknatnya Dengan Kamp Guantanamo

Senin, 16/11/2009 13:41 WIB Cetak |  Kirim

Diantara kamp penjara milik AS yang tergolong besar adalah kamp penjara Bagram yang berlokasi di basis angkatan udara AS di Afghanistan. Seperti halnya kamp penjara Guantanamo di Kuba, kamp penjara Bagram juga menjadi kamp penjara AS yang kontroversial, penuh dengan penyiksaan dan pelecehan yang dilakukan para tentara dan interogator AS terhadap para tahanan.

Menurut koresponden Al-Jazeera, James Bays yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke kamp tersebut, meski kontroversial, AS nampaknya tidak berniat menutup kamp bahkan melakukan perluasan dengan membangun sayap sel tahanan baru senilai 60 juta dollar. Sayap baru itu bisa menampung lebih dari 1.000 tahanan dan sekarang dihuni oleh sekitar 700 tahanan, 30 diantaranya tahanan asal negara di luar Afghanistan.

Pihak AS mengklaim lebih transparan dan membuka diri bagi siapa saja yang ingin melihat kondisi penjara Bagram. Tapi saat melakukan kunjungan, rombongan wartawan termasuk Bays tidak diperlihatkan satu tahanan pun. Sejumlah pengacara yang menyertai mereka mengatakan, kondisi penjara bagi para tahanan mungkin sudah berubah tapi status hukum bagi para tahanannya tetap sama. Para tahanan yang mendekam di penjara Bagram tidak pernah dikenakan dakwaan dan tak satu pun pengacara sipil yang dijinkan masuk ke dalam penjara.

Seorang mantan tahanan di penjara Bagram dan Guantanamo bernama Omar Dighayes mengungkapkan, penjara Bagram lebih mirip kamp konsentrasi. Setiap hari para tahanan dipukuli, diseret dan disiksa. "Tempat itu sangat keras dan sulit," ujar Dighayes.

Ia menyatakan tidak percaya kondisi penjara Bagram kini sudah berubah, terutama perlakuan terhadap para tahanannya. Karena seorang ipar Dighyaes yang ditahan di penjara itu baru-baru ini mengalami penyiksaan berat.

"Setiap orang yang bekerja di Bagram-dari pihak Amerika-pasti akan mengatakan bahwa apa yang saya katakan memang benar terjadi. Orang-orang dari kalangan intelejen militer dan dari FBI banyak yang sudah bicara tentang perlakuan barbar di dalam penjara itu," kata Dighayes.

Tapi Komandan penjara Bagram, Jenderal Martins mengatakan bahwa militer AS banyak belajar dari pengalaman sejak invasi AS ke Afghanistan tahun 2001 dan mereka telah memperbaiki perlakuan terhadap para tahanan. "Penjara, jika tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan bahaya. Kami percaya transparansi, bisa banyak membantu dan meningkatkan kredibilitas keseluruhan proses di Afghanistan," klaim Martin.

Pihak AS boleh mengklaim apa saja, namun seorang aktivis hak asasi manusia dari Reprieve menilai kamp penjara Bagram ibarat "saudara kembar" kamp penjara Guantanamo dalam hal perlakuan buruk terhadap para tahanannya. "AS bicara soal transparansi, tapi AS tidak pernah memberikan daftar nama-nama tahanan penjara Bagram secara terbuka. Tak seorang pun tahanan yang diberi akses didampingi pengacara," tukas Clara Gutteridge yang banyak melakukan penyelidikan tentang penjara-penjara rahasia AS.

Pangkalan udara AS di Bagram merupakan pangkalan militer terbesar AS di Afghanistan. Dulunya, Bagram adalah basis militer Soviet selama berlangsungnya penjajahan Soviet di Afghanistan pada era tahun 1979-1989. Bagram membentang di kawasan Parwan, sebuah kawasan yang relatif tenang dan bukan basis kelompok militan Taliban.

AS mengalokasikan dana puluhan juta dollar untuk mengembangkan pangkalan udara itu dan kondisinya sekarang sudah seperti kota kecil AS yang dihuni oleh sekitar 24.000 personel militer AS dan kontraktor sipil.

AS terus memperluas dan memperbaiki fasilitas di pangkalan udara itu seiring dengan tuntutan kebutuhan karena makin bertambahnya pasukan yang dikirim AS dan makin meluasnya peperangan AS di Afghanistan. Meski dijaga sangat ketat, pangkalan angkatan udara AS ini tidak luput dari serangan roket dan mortir Taliban.

Menurut jubir militer AS, Kolonel Mike Brady, selama tahun 2009, Taliban melakukan belasan kali serangan roket ke Bagram, yang menewaskan empat orang dan melukai 12 orang orang. (ln/aljz)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG