Pentagon Rekrut Sejumlah Analis Militer di Media Massa Sebagai Corong Bush

Senin, 21/04/2008 11:08 WIB | Arsip | Cetak

Surat kabar The New York Times membeberkan bukti bahwa pemerintahan Presiden George W. Bush sengaja memanfaatkan para analis militer yang bekerja untuk sejumlah jaringan televisi terkemuka di AS untuk mendukung propaganda perangnya.

Tentu saja para analis itu tidak secara terbuka mengatakan bahwa mereka berkolaborasi dengan Bush, tapi mengklaim diri mereka sebagai analis independen. "Hal itu merupakan kebijakan yang aktif dan saling bertautan, " kata mantan analis militer di NBC, Kenneth Allard pada The New York Times edisi Minggu (20/4).

Setelah memenangkan gugatan atas Pentagon, The New York Times membeberkan sekitar 8.000 email, transkrip, dan catatan-catatan yang berhasil mereka dapatkan, yang menjelaskan adanya sejumlah perjalanan dan pertemuan rahasia terkait masalah Irak dan kamp penjara Guantanamo. Data-data itu membuktikan bahwa pemerintahan Bush memanfaatkan para analis militer yang punya hubungan dengan para kontraktor penyedia layanan jasa militer untuk memberikan pembenaran atas kebijakan perangnya.

Para analis itu dilibatkan dalam ratusan kali pertemuan yang dilakukan oleh para pejabat militer dan diajak berkunjung ke Irak, diberi akses terhadap informasi-informasi intelejen yang bersifat rahasia serta menggelar pertemuan dengan pejabat-pejabat tinggi pemerintahan Bush.

"Sebagai balasannya, para analis itu menyuarakan kembali apa saja yang menjadi pembicaraan dengan pemerintah, bahkan ketika mereka merasa curiga bahwa informasi yang mereka terima adalah informasi palsu atau dilebih-lebihkan, " tulis The New York Times.

Harian itu juga mengungkapkan, Pentagon merekrut lebih dari 75 analis militer yang bekerja untuk Fox News, NBC dan CNN. Dari dokumen internal Pentagon diketahui bahwa markas besar angkatan bersenjata AS itu menyebut para analis yang direkrutnya sebagai "pasukan penyampai pesan" atau "para wali" yang bisa diandalkan untuk menyampaikan "pesan" pemerintah pada jutaan rakyat Amerika, lewat opini-opini yang terkesan dari pemikiran mereka sendiri.

Beberapa analis yang direkrut Pentagon adalah tokoh-tokoh yang cukup bepengaruh karena selalu dicari sebagai nara sumber dalam siaran radio atau karena tulisannya sering dimuat di media massa dan pernyataannya sering dikutip majalah, koran dan situs berita.

The New York Times juga mengungkap perjalanan sejumlah analis militer rekrutan Pentagon ke kamp penjara Guantanamo pada tahun 2004, ketika AS menuai kritik keras atas kasus-kasus pelecehan dan tindakan sewenang-wenang di kamp penjara itu. Begitu selesai melakukan perjalanan, para analis itu langsung tampil di medianya masing-masing dan mengatakan bahwa para tahanan di Guantanamo diperlakukan dengan manusiawi.

Salah seorang analis yang melakukan hal itu adalah, Donald W. Sheppherd seorang pensiunan jenderal angkatan udara AS. Pada CNN, Shepperd kala itu mengatakan, "Kesan yang Anda dapatkan dari media dan dari pernyataan beberapa orang yang belum pernah ke tempat ini, menurut saya adalah pernyataan palsu."

Masih menurut The New York Times, pemerintahan Bush juga memanfaatkan para analis militer untuk mendapatkan dukungan kembali, ketika perangnya di Irak makin tidak populer. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang