Perancis Deportasi Imam Mesir dengan Dalih "Ekstremisme"
.jpg)
Pemerintah Perancis pada hari Kamis kemarin (7/1) mengatakan bahwa mereka telah mendeportasi seorang Imam asal Mesir dari Perancis dengan dalih telah menyebarkan "ekstrimisme Islam."
Menteri Dalam Negeri Perancis, Brice Hortefeux dalam sebuah pernyataan kemarin menyatakan bahwa mereka telah mendeportasi Ali Ibrahim al-Sudani, yang merupakan Imam jamaah di sejumlah masjid di kota Paris, dan mereka yakini terkait dengan jaringan terorisme.
Kementerian dalam negeri Perancis telah mengambil keputusan untuk mendeportasi Ali Ibrahim, karena dalam ceramah-ceramahnya Ali sering menghasut untuk anti terhadap Barat dan menyerukan untuk melakukan aksi kekerasan di Perancis, menurut kantor berita resmi Kuwait News Agency (Kuna).
"Pihak intelijen menggambarkan bahwa imam ini sebagai orang yang berbahaya karena selama beberapa bulan terakhir ceramah-ceramahnya menghasut umat Islam untuk menentang dan melawan barat serta memprovokasi untuk melakukan kekerasan," kata kementrian dalam negeri Perancis.
Dinyatakan juga bahwa "Ali Ibrahim Al-Sudani telah memperlihatkan penghinaan serta kebenciannya terhadap nilai-nilai Perancis dan mendukung aksi kekerasan."
Tercatat bahwa sejak tahun 2001 kementrian dalam negeri telah mendeportasi 29 imam dan 129 "ekstremis" dari wilayah Perancis, dan kementrian menyatakan bahwa hasutan kebencian tidak ada hubungannya dengan kebebasan beragama.(fq/imo/iol)
Lainnya (Arsip)
- Obama Mengobarkan Perang Terhadap Negeri-Negeri Muslim
Jumat, 08/01/2010 10:49 WIB - Defne Bayrak: Saya Bangga Atas Misi Suami Saya Membunuh CIA
Jumat, 08/01/2010 08:44 WIB - Erdogan: Masalah Gaza Adalah Masalah Nurani
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - Mengenang 15 Tahun Yahya Ayyash
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - UEA: Penjara atau Denda 1 Juta Dirham Bagi yang Merokok Sembarangan
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




