Perang Poster di Swiss Tolak Pembangunan Menara Azan

Rabu, 04/11/2009 07:45 WIB | Arsip | Cetak

Swiss kini dipadati dengan poster pro dan kontra terkait izin pembangunan menara masjid. Dua kubu yang bersitegang saat ini adalah organisasi muslim dan kelompok ekstrem kanan Swiss. Aksi perang poster ini bermula dari seruan kubu ekstrem kanan yang mengkampanyekan pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss.

Kota Zurich, yang dikenal sebagai salah satu kota termahal di dunia melalui pemerintah kotanya telah memberikan dukungan kepada muslim di Swiss. Pihaknya membiarkan poster penolakan terhadap pelarangan pembangunan menara memenuhi kota, mereka memberi dukungan dengan semangat kebebasan dalam berekspresi. Persatuan organisasi muslim di Jenef Swiss juga tengah berjuang dengan menyebarkan poster penolakan terhadap kampanye pelarangan menara masjid yang dilancarkan kubu ekstrem kanan.

Menurut rencana mereka akan menyelenggarakan referendum terhadap penolakkan pembangunan menara azan di Swiss pada tanggal 29 November nanti. Berdasarkan jejak pendapat yang sempat diadakan menunjukkan bahwa 53% dari pemilih di Swiss menolak larangan sementara 13% masih ragu dan sisanya menyetujui pelarangan.

Kampanye pelarangan pembangunan menara itu sendiri telah dimulai oleh kelompok ekstrem kanan sebelum mereka bergabung dengan Partai Rakyat yang merupakan partai politik terbesar di Swiss. Mereka telah mengumpulkan tandatangan untuk melaksanakan referendum guna menjegal pembangun menara masjid.

Kekhawatiran Boikot dari Dunia Islam

Sementara itu, wakil rakyat yang duduk di parlemen asal partai Uni Demokrat yang semula mendukung pelarangan pembangunan menara, Peter Cbohler, mengingatkan kepada mereka yang kontra akan kekhawatiran dirinya terhadap aksi boikot ekonomi dari dunia Islam apabila dalam referendum itu kelak dimenangkan oleh mereka yang menentang pembangunan menara.

"Seandainya kesepakatan yang disetujui adalah melarang pembangunan menara masjid, maka kita akan mendapatkan perlawanan dan sanksi dari politik luar negeri dunia Islam, hingga puncaknya nanti produk kita akan diboikot. Seperti apa yang telah dialami Denmark akibat kasus karikatur penghinaan Nabi umat Islam," jelas Peter dengan penuh kekhawatiran. (sn/ism)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang