Perempuan Mesir, Niqab dan Pelecehan Seksual

Bagi sebagian kaum perempuan Mesir, mengenakan niqab bukan sekedar menjalankan ajaran agama tapi juga untuk melindungi diri mereka dari tindak pelecehan seksual yang dilakukan kaum pria di tempat-tempat umum. Itulah sebabnya, para mahasiswi berniqab di Mesir menentang kebijakan pemerintah Negeri Piramid itu, yang memberlakukan larangan niqab di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Di negeri Muslim seperti Mesir, perempuan mengenakan niqab merupakan hal yang biasa. Tapi belakangan ini, perdebatan soal niqab memanas di negeri itu menyusul kebijakan pemerintah Mesir melarang niqab. Sebagian Muslim memandang niqab sebagai kewajiban agama seperti perintah mengenakan jilbab. Tapi Imam Besar Al-Azhar Syaik Mohammed Sayyed Tantawi bulan Oktober lalu menyatakan bahwa niqab tidak ada hubungannya dengan agama dan semata-mata cuma tradisi saja. Syaikh Tantawi pun mendukung kebijakan melarang niqab di sekolah-sekolah dan universitas.

Pengakuan sejumlah kaum perempuan di Mesir yang memilih mengenakan niqab untuk melindungi dirinya, memberikan dimensi lain betapa kaum perempuan di Mesir rentan oleh tindak pelecehan seksual di tempat-tempat umum. Marwa Mohammed, mahasiswi jurusan hukum, mengungkapkan," Saya mengenakan niqab untuk menghindari pelecehan seksual di jalan-jalan atau kendaraan umum. Dengan mengenakan niqab, orang akan berbeda memandang saya, orang akan sungkan mengganggu saya," ujar Marwa.

Alasan serupa dilontarkan Aya, mahasiswi sastra Arab yang baru tiga bulan ini mengenakan niqab. "Niqab adalah kewajiban dalam Islam, terutama di jaman sekarang ini ketika pelecehan seksual sudah menjadi hal yang lazim," tukasnya.

Di Mesir, kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan kaum pria terhadap kaum perempuan di tempat-tempat umum terus meningkat, sehingga menjadi insiden yang dianggap biasa. Hasil penelitian Pusat Hak Asasi Perempuan di Mesir tahun 2008 menunjukkan, 83 persen kaum perempuan di Mesir pernah mengalami pelecehan seksual. Itulah sebabnya, jumlah kaum perempuan Mesir yang mengenakan niqab di Mesir belakangan ini, makin banyak. Niqab menjadi populer di kalangan perempuan Mesir karena mereka ingin melindungi diri mereka dari tindak pelecehan seksual.

Tapi pemerintah dan sejumlah ulama Mesir tidak menyelami lebih jauh trend niqab itu. Mereka hanya memandang niqab sebagai tradisi kaum salafi di Arab Saudi dan Yaman tanpa mau memahami bahwa kehormatan perempuan di Mesir terancam akibat maraknya tindak pelecehan seksual di negeri itu. (ln/mol)

Rabu, 03/02/2010 09:52 WIB | email | print | share
 

Dunia Lainnya

 
 
Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 
 

PELUANG

 
 
 

Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...

Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...

iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh  penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...

Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...

 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Ibu Mertua (Nenek) Yang Mengatur Pengasuhan Bayi

Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Kuliah Perdana UK

Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.

 
 
 
 
Eramuslim Digest Outlet Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login