Perempuan Mesir, Niqab dan Pelecehan Seksual

Rabu, 03/02/2010 09:52 WIB | Arsip | Cetak

Bagi sebagian kaum perempuan Mesir, mengenakan niqab bukan sekedar menjalankan ajaran agama tapi juga untuk melindungi diri mereka dari tindak pelecehan seksual yang dilakukan kaum pria di tempat-tempat umum. Itulah sebabnya, para mahasiswi berniqab di Mesir menentang kebijakan pemerintah Negeri Piramid itu, yang memberlakukan larangan niqab di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Di negeri Muslim seperti Mesir, perempuan mengenakan niqab merupakan hal yang biasa. Tapi belakangan ini, perdebatan soal niqab memanas di negeri itu menyusul kebijakan pemerintah Mesir melarang niqab. Sebagian Muslim memandang niqab sebagai kewajiban agama seperti perintah mengenakan jilbab. Tapi Imam Besar Al-Azhar Syaik Mohammed Sayyed Tantawi bulan Oktober lalu menyatakan bahwa niqab tidak ada hubungannya dengan agama dan semata-mata cuma tradisi saja. Syaikh Tantawi pun mendukung kebijakan melarang niqab di sekolah-sekolah dan universitas.

Pengakuan sejumlah kaum perempuan di Mesir yang memilih mengenakan niqab untuk melindungi dirinya, memberikan dimensi lain betapa kaum perempuan di Mesir rentan oleh tindak pelecehan seksual di tempat-tempat umum. Marwa Mohammed, mahasiswi jurusan hukum, mengungkapkan," Saya mengenakan niqab untuk menghindari pelecehan seksual di jalan-jalan atau kendaraan umum. Dengan mengenakan niqab, orang akan berbeda memandang saya, orang akan sungkan mengganggu saya," ujar Marwa.

Alasan serupa dilontarkan Aya, mahasiswi sastra Arab yang baru tiga bulan ini mengenakan niqab. "Niqab adalah kewajiban dalam Islam, terutama di jaman sekarang ini ketika pelecehan seksual sudah menjadi hal yang lazim," tukasnya.

Di Mesir, kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan kaum pria terhadap kaum perempuan di tempat-tempat umum terus meningkat, sehingga menjadi insiden yang dianggap biasa. Hasil penelitian Pusat Hak Asasi Perempuan di Mesir tahun 2008 menunjukkan, 83 persen kaum perempuan di Mesir pernah mengalami pelecehan seksual. Itulah sebabnya, jumlah kaum perempuan Mesir yang mengenakan niqab di Mesir belakangan ini, makin banyak. Niqab menjadi populer di kalangan perempuan Mesir karena mereka ingin melindungi diri mereka dari tindak pelecehan seksual.

Tapi pemerintah dan sejumlah ulama Mesir tidak menyelami lebih jauh trend niqab itu. Mereka hanya memandang niqab sebagai tradisi kaum salafi di Arab Saudi dan Yaman tanpa mau memahami bahwa kehormatan perempuan di Mesir terancam akibat maraknya tindak pelecehan seksual di negeri itu. (ln/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang