Perusahaan Bis di Denmark Larang Penumpang Bercadar
.jpg)
Operator angkutan bis kota terbesar di Denmark, Arriva memberlakukan aturan yang melarang penumpangnya mengenakan penutup muka saat naik ke bis. Itu artinya, para muslimah di Denmark yang mengenakan cadar, harus rela membuka cadarnya saat menggunakan bis tersebut.
"Sekarang ini, semua perusahaan bis sudah menyepakati ketentuan itu. Adalah hal yang normal jika setiap penumpang yang memegang tiket bis harus memperlihatkan wajahnya ke sopir bis atau kondektur," kata Juru Bicara Arrive, Martin Wex.
Ia menyatakan, penumpang yang menolak membuka penutup wajahnya harus membeli tiket baru agar bisa melanjutkan perjalanan. Menurutnya, Arrive akan memberlakukan peraturan yang sama di layanan kereta api.
Arriva dan perusahaan transportasi lainnya di Denmark memberlakukan larangan mengenakan penutup wajah bagi penumpangnya setelah kasus yang terjadi di Aarhus-kota terbesar kedua di Denmark-bulan Maret kemarin. Sopir bis Arriva memaksa seorang perempuan bercadar untuk membuka penutup wajahnya atau tidak akan diijinkan naik ke bis.
"Saya tidak mau berangkat jika ada perempuan yang mengenakan penutup wajah," kata sopir bis itu.
Masalah itu bisa diselesaikan setelah penumpang lain memanggil operator perusahaan bis Arriva. Pihak Arriva menegur sopirnya dan mengijinkan perempuan bercadar yang berpergian dengan keluarganya itu masuk ke dalam bis. Arriva minta maaf pada keluarga itu dan mengatakan bahwa telah terjadi kesalahpahaman.
Tapi dengan sudah ditetapkannya aturan baru, pihak Arriva menegaskan tidak akan ada lagi kasus-kasus kesalahpahaman karena aturan menetapkan para penumpang harus melepas penutup wajahnya saat pemeriksaan tiket sebelum naik ke atas bis. (ln/aby)
Lainnya (Arsip)
- Ketika Para Jenderal AS Bertumbangan di Afghanistan
Kamis, 14/05/2009 08:45 WIB - Obama "Berubah" Lagi
Kamis, 14/05/2009 08:08 WIB - Bisakah Taliban Dikalahkan?
Kamis, 14/05/2009 07:15 WIB - Mengapa Obama Memilih Mesir?
Rabu, 13/05/2009 17:05 WIB - Anti-Yahudi di Belgia Meningkat Tajam
Rabu, 13/05/2009 16:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




