Perusahaan Raksasa AS Pecat Seorang Muslimah Karena Berjilbab

Selasa, 02/03/2010 12:51 WIB | Arsip | Cetak

Ilustrasi

Hani Khan, seorang muslimah di AS pekan ini menyampaikan pengaduannya ke pemerintah federal atas tindakan diskriminasi berlatarbelakang agama yang dilakukan tempatnya bekerja.

Holllister Co, perusahaan retail pakaian remaja memecat Khan hanya karena ia mengenakan jilbab. Pihak perusahaan yang dimiliki oleh Abercombie & Fitch itu beralasan, jilbab yang dikenakan Khan melanggar "kebijakan penampilan" pegawai perusahaan tersebut.

Council on American-Islamic Relations (CAIR)-wadah organisasi Muslim terbesar di AS-yang mendampingi Khan menilai pemecatan yang dilakukan Hollister Co. melanggar undang-undang hak sipil, Civil Rights Act tahun 1954 yang mewajibkan para pengusaha untuk mengakomodasi peribadahan agama karyawannya kecuali hal itu menimbulkan "kesulitan yang tidak semestinya".

Di Hollister Co. cabang Bay Area, San Fransisco, Khan bekerja paruh waktu di bagian penyetokan barang. Pengaduan yang dilakukan mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Bay Area itu membuka mata masyarakat bahwa telah terjadi diskriminasi berlatar belakang agama di sebuah perusahaan besar di AS.

Zahra Billoo, salah satu direktur CAIR di Bay Area mengatakan, setelah mempelajari kasus Khan, pihaknya mengirimkan surat ke kantor pusat perusahaan Hollister Co yang isinya menjelaskan tentang hak-hak religius Khan. Biasanya, kata Billoo, pemilik perusahaan akan mengerti setelah diberi penjelasan. "Tapi dalam kasus Khan sepertinya pemecatan dilakukan atas keputusan bersama manajemen tertinggi." Pihak Abercombie & Fitch belum memberikan komentar atas pengaduan Khan ke pemerintah federal.

Kasus muslimah yang dipecat dari pekerjaannya karena mengenakan jilbab bukan sekali ini terjadi di AS. Tahun 2008, CAIR cabang Oklahoma juga mengadukan perusahaan yang sama di wilayah Tulsa pada lembaga Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), setelah memecat seorang karyawannya karena mengenakan jilbab.

Tahun 2004, EEOC mendakwa Abercombie & Fitch dengan tuduhan diskriminasi dan mengenakan denda sebesar 50 juta USD. Saat itu, jaringan perusahaan retail yang memiliki 1.000 cabang di seluruh dunia itu berjanji untuk mengubah kebijakannya. (ln/CSC)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang