Peti Mati Pasukan AS Dari Afghanistan

Kamis, 03/12/2009 06:00 WIB | Arsip | Cetak

Taliban mengatakan mereka akan meningkatkan perjuangan mereka di Afghanistan, setelah AS dan sekutunya mengirim bala bantuan besar.

Presiden AS Barack Obama, telah mengumumkan akan mengerahkan 30.000 tentara tambahan ke Afghanistan. Sedangkan NATO melalui Sekretaris Jenderalnya mengatakan akan berkontribusi setidaknya 5.000 pasukan tambahan tahun depan.

"Obama akan menyaksikan banyak peti mati, dari Afghanistan ke Amerika," jurubicara Taliban, Qari Yousuf Ahamdi, mengatakan kepada kantor berita AFP. "Harapan mereka untuk mengontrol Afghanistan oleh militer tidak akan menjadi kenyataan."

Keputusan Obama ini memakan waktu lebih dari tiga bulan. Dalam pidatonya di akademi militer West Point di New York, Obama mengatakan bahwa Taliban telah "mulai mengambil kendali atas Afghanistan" ketika melakukan "aksi terorisme yang menghancurkan" terhadap Pakistan. Pasukan AS, katanya, kekurangan "dukungan penuh yang mereka butuhkan untuk secara efektif melatih dan bermitra dengan pasukan keamanan Afghanistan dan lebih mengamankan penduduk".

"Saya telah memutuskan bahwa di dalam kepentingan nasional vital kita untuk mengirim 30.000 tambahan pasukan AS ke Afghanistan," ujarnya. "Setelah 18 bulan, pasukan kita akan mulai pulang."

Jenderal Stanley McChrystal, komandan AS di Afghanistan, yang telah meminta 40.000 pasukan tambahan, menyambut baik pidato, mengatakan ia telah diberi "misi militer yang jelas" dan sumber daya yang diperlukan. Ini artinya jumlah pasukan AS di Afghanistan akan berjumlah lebih dari 100.000.

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mendesak anggotanya untuk berbuat lebih banyak. Dia mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (2/12) bahwa 5.000 pasukan tambahan akan dikirim. "Ini adalah perjuangan kita bersama," katanya. "Kita harus menyelesaikan itu bersama-sama."

Pemerintah Afghanistan mengatakan mendukung strategi AS yang baru. Taliban yang tidak pernah menyerah, akan kita lihat kemudian seperti apa AS dan NATO di Afghanistan. Mungkinkan seperti Russia dahulu? (sa/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang