Pilot Inggris: "Saya Dipecat karena Saya Orang Asia dan Saya Muslim"

Seorang pilot muslim yang dipecat oleh maskapai penerbangan Inggris tempatnya bekerja, menolak semua tuduhan yang diarahkan padanya di pengadilan sengketa tenaga kerja. Pilot itu mengatakan, latar belakang pemecatannya adalah masalah etnis dan agamanya, bukan karena ia diduga terlibat dalam jaringan teroris.
Pilot yang namanya dirahasiakan dengan alasan hukum itu pada tahun 2007 ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan, Inggris atas tuduhan terlibat jaringan teroris, setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang menjadi tersangka kasus terorisme. Polisi mengaikan pilot itu pada kedua tersangka, lewat saudara lelaki si pilot yang menjadi rekan bisnis salah satu tersangka.
Setelah penangkapan itu, maskapai penerbangan tempat pilot itu bekerja menangguhkan kartu tanda pengenal kru penerbangannya, dengan alasan untuk melakukan peninjuan penuh masalah keamanan terkait posisinya sebagai pilot. Peninjauan itu berujung pemecatan pada Oktober 2010.
Dalam hearing di pengadilan Havant, Hampshire, pilot itu meyakini dipecat karena latar belakangnya yang berasal dari Asia dan sebagai muslim. "Perusahaan menciptakan sebuah sistem yang khusus menangangi situasi saya dan memastikan bahwa saya harus disingkirkan dari perusahaan," kata sang pilot yang merasa sudah diperlakukan diskriminatif.
"Dengan menggunakan istilah 'tersangka teroris', perusahaan telah menciptakan atmosfir kecurigaan bahwa telah terjadi sesuatu, padahal tidak ada apa-apa," sambungnya.
Pilot itu mengungkapkan, bahwa perusahaannya menawarkan tiga posisi lain yang tidak ada hubungannya dengan profeinya sebagai pilot, jika ia masih mau bekerja di maskpai penerbangan itu. Ia mencoba tawaran itu, tapi tidak lolos saat proses aplikasi.
Sementara itu, pihak maskapai penerbangan dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, "Keamanan dan keselamatan pelanggan, pesawat dan seluruh staf kami selalu menjadi prioritas nomor satu dan kami tidak akan pernah mengkompromikan masalah ini dalam bisnis kami."
"Menyusul informasi dari polisi, kami melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan melakukan analisa resiko. Kami menyimpulkan bahwa ia (pilot yang dipecat) tidak layak bekerja," demikian pernyataan perusahaan tersebut, yang menolak tuduhan bahwa pihaknya melakukan diskriminasi. (ln/asianimage)
Lainnya (Arsip)
- Serangan Roket Terjadi di Akademi Militer di Dekat Kompleks bin Ladin
Jumat, 27/01/2012 10:33 WIB - Sadis, Syiah Alawit Pendukung Rezim Suriah Bantai 14 Orang Termasuk Balita
Jumat, 27/01/2012 10:23 WIB - Syaikhul Azhar Menguraikan 12 Langkah untuk Mencapai Tuntutan Revolusi
Jumat, 27/01/2012 09:58 WIB - Aleg Partai Wasat Luncurkan Serangan Terhadap Saad Al-Katatny dari Ikhwan
Jumat, 27/01/2012 09:43 WIB - PBB: Senjata Libya Telah Jatuh ke Tangan Boko Haram dan Al-Qaidah Afrika Utara
Jumat, 27/01/2012 09:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



