Pimpinan "Kelompok Islam Radikal" Tewas dalam Operasi Penyerbuan FBI

Kamis, 29/10/2009 16:07 WIB | Arsip | Cetak

FBI melakukan operasi penangkapan terhadap kelompok Muslim di kawasn Dearborn, Michigan, Rabu (28/10) waktu setempat. Dalam penyerbuan itu, pimpinan kelompok tersebut bernama Luqman Abdullah, 53, tewas ditembak karena menolak menyerah pada aparat FBI.

Kelompok itu, menurut FBI adalah sebuah komunitas Muslim dan anggotanya kebanyakan orang Amerika keturunan Afrika yang menjadi mualaf. FBI menuding kelompok tersebut sebagai jaringan kriminal di wilayah Detroit yang suka melakukan tindak kekerasan dan melakukan pelanggaran hukum.

FBI menyatakan melibatkan "pengawal keamanan khusus" untuk menangkap 11 orang anggota kelompok itu dan penangkapan yang dilakukan di sebuah gudang di Dearborn, diwarnai aksi tembak menembak yang menyebabkan tewasnya Abdullah karena mencoba melawan petugas. Sementara 10 orang lainnya berhasil ditangkap dan tak seorang pun yang mengalami luka-luka.

Bagian pengaduan kriminal FBI menyebut Abdullah sebagai "pemimpin yang disegani dalam kelompok radikal fundamentalis Sunni yang anggotanya kebanyakan warga Amerika keturunan Afrika. Beberapa orang diantaranya adalah para mualaf, yang masuk Islam saat mendekam dalam penjara."

FBI mengklaim telah mengamati gerak-gerik Abdullah selama bertahun-tahun dengan bantuan para informan. Para informan itu merekam percakapan Abdullah dan menyampaikan laporan tentang sepak terjang Abdullah yang disebut-sebut menggunakan masjid untuk mencuci otak para pengikutnya soal jihad dengan kekerasan.

Dalam sebuah laporan FBI tertulis bahwa Abdullah sering membanggakan diri bahwa ia berhasil membunuh beberapa petugas polisi dan rencananya untuk "menumbangkan pemerintahan AS". Misi kelompok Abdullah adalah membentuk negara Islam di wilayah AS yang dipimpin oleh seorang pemimpin spiritual Jamil Abdullah Al-Amin, mantan anggota Black Panther yang sekarang mendekam di penjara karena menembak dua petugas polisi.

Laporan FBI itu juga menuding Abdullah telah menyalahgunakan jihad untuk membenarkan tindakan kriminal seperti mencuri mobil, televisi, senjata atau membakar gedung demi mendapatkan uang asuransi. "Para anggota dan mantan anggota kelompok Abdullah di Masjid Al-Haqq mengatakan bahwa mereka bersedia melakukan apapun perintah Abdullah, termasuk perbuatan kriminal dan tindak kekerasan," demikian yang tertulis dalam laporan FBI. (ln/CNA)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang