PM Prancis Dituntut Tarik Pernyataannya Soal Iran

Jumat, 21/09/2007 10:45 WIB | Arsip | Cetak

Kecaman terhadap Menteri Luar Prancis Bernard Kouchner terus mengalir. Para pengunjuk rasa di AS menuntut Kouchner untuk menarik ucapannya yang menyiratkan keinginannya untuk mengobarkan perang dengan Iran.

Para pengunjuk rasa itu menggelar protesnya di ballroom sebuah hotel di Washington. Mereka berteriak-teriak "No War in Iran!." Aparat keamanan sampai harus menggiring mereka keluar hotel.

Kouchner berada di hotel itu untuk memberikan pidato dalam acara yang digelar Centre for Strategic and Internasional Studies, think-tank-nya pemerintahan AS. Di tengah-tengah pidato Kouchner, sekelompok pengunjuk rasa anti-perang muncul dan meneriaki Kouchner dengan sebutan "tukang hasut perang."

Aparat keamanan menyeret kelompok itu keluar, namun Kouchner meminta agar para pengunjuk rasa itu dibiarkan kembali ke tempat duduknya. Kelompok itu pun duduk diam, namun sesekali terdengar teriakan yang isinya menentang sanksi terhadap Iran.

Pernyataan Kouchner yang mengatakan bahwa dunia harus siap berperang melawan Iran, menuai kecaman dan kritik dari dunia internasional selama beberapa hari ini. Pernyataan Kouchner dianggap telah mendukung aksi militer terhadap Iran.

EBaradei: Nuklir Iran Tidak Berbahaya

Sementara itu Ketua IAEA Muhammad ElBaradei mengatakan bahwa Iran tidak berpotensi menimbulkan ancaman bagi komunitas internasional terkait dengan program nuklirnya.

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan televisi Italia, RAI. ElBaradei menyerukan komunitas dunia untuk "memberi kesempatan bagi perdamaian" karena IAEA sama sekali tidak menemukan substansi radio aktif atau tempat-tempat memproduksi nuklir di bawah tanah, di Iran.

Pada kesempatan itu, ElBaradei kembali menyerukan dialog karena sejumlah jadwal inspeksi terkait dengan program nuklir Iran sudah disusun sedemikian rupa, sehingga dunia internasional tidak perlu mengkhawatirkan program nuklir Iran. (ln/presstv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang