Poligami, Muslim Perancis Terancam Dicabut Kewarganegaraannya

Selasa, 27/04/2010 11:32 WIB | Arsip | Cetak

Lies Hebbadj, lelaki kelahiran Al-Jazair berusia 35 tahun ini sepanjang pekan ini menjadi buah bibir di Perancis. Ia terancam diusir dari Perancis karena beristeri tiga dan melontarkan pernyataan yang membuat merah telinga pemerintah Perancis.

Di Perancis, poligami dinyatakan ilegal. Namun Hebbadj menjawab tudingan poligami yang diarahkan padanya dengan sindiran bahwa "memiliki isteri simpanan sudah menjadi kebiasaan hidup masyarakat Perancis" dan ia menolak disebut melanggar hukum karena beristeri lebih dari satu.

Kontroversi poligami Hebbadj berawal dari insiden yang dialami isteri Hebbadj yang dikenakan denda karena menyetir mobil dengan menggunakan cadar. Isteri Hebbadj menolak membayar denda dan Hebbadj membela penolakan isterinya. Namun yang mencuat malah terungkapnya poligami Hebbadj yang sehari-hari membuka usaha toko daging di kota Nantes.

Menteri Dalam Negeri Perancis Brice Hortefeux menyatakan, paspor Hebbadj terancam dicabut karena lelaki muslim itu diyakini memiliki empat isteri dengan 12 anak yang masing-masing menerima jaminan kesejahteraan dari pemerintah. Namun Hebbadj dalam keterangan persnya hari Senin (26/4) mengatakan bahwa ia tidak terlibat poligami dan menyebut isteri-isterinya yang lain sebagai "selir".

"Sepengetahuan saya, di Perancis tidak ada larangan memiliki selir. Jika saya kehilangan kewarganegaraan Perancis saya karena memiliki selir, seharusnya banyak lelaki Perancis yang juga harus dicabut kewarganegaraannya," tukas Hebbadj.

Menteri Imigrasi Perancis Eric Besson menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji apakah status kewarganegaraan Hebbadj harus dicabut karena memiliki lebih dari satu isteri. Hebbadj mendapatkan kewarganegaraan Perancis setelah ia menikah dengan seorang perempuan Perancis pada tahun 1999. (ln/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang