Polisi Afghan Tewaskan Tujuh Anak-Anak

Pejabat polisi Afghanistan mengakui bahwa polisi telah menembak mati tujuh anak laki-laki yang bekerja sebagai pengumpul kayu bakar. Polisi mengklaim bahwa ketujuh anak tersebut dicurigai sebagai anggota gerakan Taliban.
Kepala polisi di wilayah tempat terjadinya kejadian penembakan itu, Abdul Razak mengatakan bahwa anak-anak tersebut sedang mengumpulkan kayu bakar ketika polisi mulai menembaki mereka di perbatasan kota di provinsi selatan Kandahar, seperti di kutip Reuters.
Dia menambahkan bahwa para petugas polisi yang terlibat insiden penembakan itu telah ditahan untuk dimintai keterangan dan di interogasi.
Sementara itu, komandan polisi penjaga perbatasan yang sedang berpatroli pada waktu insiden itu menyatakan bahwa mereka melihat beberapa orang di dekat perbatasan dan mereka mencurigai sekelompok orang tersebut akan menyerang mereka, sehingga mereka menyerang terlebih dahulu.
Sudah menjadi hal yang umum di Afghanistan, aparat polisi maupun keamanan telah menjadi paranoid akan serangan pasukan Taliban sehingga mereka selalu mencurigai semua tindakan warga yang mencurigakan - terutama di wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- 1000 Sopir Taksi Muslim Norwegia Mogok, Terkait Kartun Nabi
Minggu, 07/02/2010 05:58 WIB - Militan Syi'ah Irak Culik Kontraktor AS
Minggu, 07/02/2010 05:42 WIB - Qardhawi: Foto-foto Saya di Tepi Barat adalah Tindakan Penipuan
Sabtu, 06/02/2010 10:50 WIB - Aparat Keamanan Maroko Tangkap Seorang Misionaris
Sabtu, 06/02/2010 10:20 WIB - Dokter Gigi Jerman Usir Pasien Bernama "Jihad"
Sabtu, 06/02/2010 09:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




