Polisi India Siksa Tahanan Muslim

Selasa, 18/11/2008 18:04 WIB | Arsip | Cetak

Organisasi pemantau hak asasi manusia Human Right Watch (HRW) menyatakan, sekitar 100 warga Muslim ditangkap oleh polisi India pasca peristiwa ledakan bom di kota Hyderabad yang terjadi pada bulan Mei dan bulan Agustus 2007. Dan pemerintah negara bagian Andhra Pradesh mengakui bahwa 21 warga Muslim yang ditangkap disiksa selama berada dalam tahanan.

HRW mendesak pemerintah India agar mengadili anggota polisi yang telah melakukan penyiksaan, selain memberikan kompensasi sebesar 600 dollar pada masing-masing korban. "Mengakui adanya penyiksaan dan memberikan kompensasi adalah langkah awal yang baik. Tapi pemerintah harus memproses secara hukum mereka yang bertanggung jawab atas penyiksaan itu," kata Meenakshi Ganguly, peneliti senior wilayah Asia Selatan Human Right Watch.

Menurut HRW, warga Muslim yang ditangkap karena dituduh terlibat dalam aksi pengeboman di Hyderabad mengalami pelecehan dan penyiksaan yang tidak ringan oleh aparat kepolisian India. Para tahanan Muslim itu disuruh telanjang, dipukuli, digantung dengan posisi kepala di bawah, disetrum dan diancam dengan cara menyiksa kerabat perempuan para tahanan.

"Polisi India berulang kali merespon insiden ledakan bom dengan cara menangkapi orang hanya karena orang yang bersangkutan kebetulan seorang Muslim, kemudian melakukan penyiksaan untuk mendapatkan informasi dan pengakuan," papar Ganguly yang juga mengecam sikap pemerintah India karena telah melakukan stigmatisasi dan pengabaian terhadap komunitas Muslim. (ln/arabtimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang