Polisi India Siksa Tahanan Muslim
.jpg)
Organisasi pemantau hak asasi manusia Human Right Watch (HRW) menyatakan, sekitar 100 warga Muslim ditangkap oleh polisi India pasca peristiwa ledakan bom di kota Hyderabad yang terjadi pada bulan Mei dan bulan Agustus 2007. Dan pemerintah negara bagian Andhra Pradesh mengakui bahwa 21 warga Muslim yang ditangkap disiksa selama berada dalam tahanan.
HRW mendesak pemerintah India agar mengadili anggota polisi yang telah melakukan penyiksaan, selain memberikan kompensasi sebesar 600 dollar pada masing-masing korban. "Mengakui adanya penyiksaan dan memberikan kompensasi adalah langkah awal yang baik. Tapi pemerintah harus memproses secara hukum mereka yang bertanggung jawab atas penyiksaan itu," kata Meenakshi Ganguly, peneliti senior wilayah Asia Selatan Human Right Watch.
Menurut HRW, warga Muslim yang ditangkap karena dituduh terlibat dalam aksi pengeboman di Hyderabad mengalami pelecehan dan penyiksaan yang tidak ringan oleh aparat kepolisian India. Para tahanan Muslim itu disuruh telanjang, dipukuli, digantung dengan posisi kepala di bawah, disetrum dan diancam dengan cara menyiksa kerabat perempuan para tahanan.
"Polisi India berulang kali merespon insiden ledakan bom dengan cara menangkapi orang hanya karena orang yang bersangkutan kebetulan seorang Muslim, kemudian melakukan penyiksaan untuk mendapatkan informasi dan pengakuan," papar Ganguly yang juga mengecam sikap pemerintah India karena telah melakukan stigmatisasi dan pengabaian terhadap komunitas Muslim. (ln/arabtimes)
Lainnya (Arsip)
- Sejak Obama Menang Pemilu, Kasus-Kasus Rasial Meningkat Tajam
Selasa, 18/11/2008 13:24 WIB - Taliban Ancam Serang Kota Paris
Selasa, 18/11/2008 11:54 WIB - Pakta SOFA, Kedok Penjajahan Baru AS di Irak
Selasa, 18/11/2008 11:07 WIB - Akibat Krisis Finansial, Bank Terbesar di Dunia PHK 50 Ribu Pegawainya
Selasa, 18/11/2008 09:33 WIB - Times: Taliban Terapkan Strategi Perjuangan Ala Robinhood
Senin, 17/11/2008 15:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




