Polisi Moral Saudi Luncurkan Grup Facebook

Senin, 09/11/2009 07:29 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah komunitas di Saudi meluncurkan sebuah grup pada situs jejaring sosial populer Facebook yang disebut grup "Komite Amar Ma'ruf dan Nahyi Munkar" dan sejauh ini telah mampu menggaet lebih dari 500 anggota.

Grup facebook, yang menamakan grupnya dengan nama komite amar ma'ruf dan nahyi munkar milik kerajaan Saudi  yang dikenal juga sebagai polisi agama ini, bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat terhadap polisi agama , lapor harian yang berbasis di London Al-Hayat pada hari Jumat yang lalu.

Administrator grup facebook ini memiliki beberapa syarat untuk menjadi anggota pada grup , termasuk tidak boleh ada kata-kata kotor atau kata-kata yang memfitnah pejabat, hanya topik-topik serius yang terbuka untuk didiskusikan dan poster-poster yang ditampilkan harus mencirikan sifat toleran dan berpikiran terbuka.

Jika anggota grup ada yang menghina Islam, maka akan diberi peringatan hingga tiga kali sebelum anggota tersebut di hapus dari grup.

Banyak warga Saudi yang sangat antusias untuk bergabung dengan grup ini dan sebagian besar anggota memuji peran komite Amar Ma'ruf Nahyi Munkar Saudi yang berperan aktif di tengah masyarakat dan cara mereka melindungi warga negara dan menjaga ketertiban .

Setiap orang bertanggung jawab

Beberapa anggota menunjukkan bahwa tindakan Amar Ma'ruf Nahyi Munkar tidak boleh dibatasi hanya untuk polisi agama saja.

Namun beberapa anggota grup yang lain mengkritik adminisrator yang menghapus postingan mereka dan menuduh administrator grup tidak adil.

"Ini tidak benar," kata administrator grup kepada surat kabar al-hayat. "Kami hanya menghapus postingan jika mereka menghina Islam. Jika tidak, para anggota yang memulai diskusi memiliki hak untuk menghapus komentar yang tidak mereka sukai. "

Pihak Polisi agama saudi secara resmi telah mengatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan grup Facebook tersebut.

"Sampai sekarang kami tidak punya kontribusi apapun dalam grup Facebook itu dan tidak bertanggung jawab atas isinya" kata humas Komite amar ma;ruf nahyi munkar Abdul-Mohsen al-Qafari kepada media.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang