Polisi Moral Saudi Luncurkan Grup Facebook

Sebuah komunitas di Saudi meluncurkan sebuah grup pada situs jejaring sosial populer Facebook yang disebut grup "Komite Amar Ma'ruf dan Nahyi Munkar" dan sejauh ini telah mampu menggaet lebih dari 500 anggota.
Grup facebook, yang menamakan grupnya dengan nama komite amar ma'ruf dan nahyi munkar milik kerajaan Saudi yang dikenal juga sebagai polisi agama ini, bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat terhadap polisi agama , lapor harian yang berbasis di London Al-Hayat pada hari Jumat yang lalu.
Administrator grup facebook ini memiliki beberapa syarat untuk menjadi anggota pada grup , termasuk tidak boleh ada kata-kata kotor atau kata-kata yang memfitnah pejabat, hanya topik-topik serius yang terbuka untuk didiskusikan dan poster-poster yang ditampilkan harus mencirikan sifat toleran dan berpikiran terbuka.
Jika anggota grup ada yang menghina Islam, maka akan diberi peringatan hingga tiga kali sebelum anggota tersebut di hapus dari grup.
Banyak warga Saudi yang sangat antusias untuk bergabung dengan grup ini dan sebagian besar anggota memuji peran komite Amar Ma'ruf Nahyi Munkar Saudi yang berperan aktif di tengah masyarakat dan cara mereka melindungi warga negara dan menjaga ketertiban .
Setiap orang bertanggung jawab
Beberapa anggota menunjukkan bahwa tindakan Amar Ma'ruf Nahyi Munkar tidak boleh dibatasi hanya untuk polisi agama saja.
Namun beberapa anggota grup yang lain mengkritik adminisrator yang menghapus postingan mereka dan menuduh administrator grup tidak adil.
"Ini tidak benar," kata administrator grup kepada surat kabar al-hayat. "Kami hanya menghapus postingan jika mereka menghina Islam. Jika tidak, para anggota yang memulai diskusi memiliki hak untuk menghapus komentar yang tidak mereka sukai. "
Pihak Polisi agama saudi secara resmi telah mengatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan grup Facebook tersebut.
"Sampai sekarang kami tidak punya kontribusi apapun dalam grup Facebook itu dan tidak bertanggung jawab atas isinya" kata humas Komite amar ma;ruf nahyi munkar Abdul-Mohsen al-Qafari kepada media.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Sumpah Setia Aleg PAS : Akan Ceraikan Istri Jika Berhenti dari Partai
Minggu, 08/11/2009 10:43 WIB - Dukung Kampus Ikhtilat, Situs Al-Watan di Deface
Minggu, 08/11/2009 09:31 WIB - Departemen AS : Israel Bukan Masyarakat yang Toleran
Sabtu, 07/11/2009 13:58 WIB - Obama : Jangan Cepat Ambil Kesimpulan Tragedi Fort Hood
Sabtu, 07/11/2009 12:41 WIB - Al-Shaabab : Dilarang Kampanyekan Demokrasi!
Sabtu, 07/11/2009 10:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




