Polisi Muslim Inggris Protes Program "Prevent"

Polisi Muslim di Inggris mengecam progam "Prevent" pemerintah sebagai strategi untuk mengantisipasi terorisme. Mereka menilai program itu akan mendorong munculnya sikap islamofobia dan akan makin memperdalam perpecahan di tengah umat beragama di Inggris.
Alih-alih mengantisipasi terorisme, program "Prevent" dianggap terlalu fokus "ektrimisme islamis", sebuah istilah yang digunakan oleh pemerintah Inggris dan memunculkan stigmatisasi pada komunitas Muslim.
"Kebencian terhadap Muslim meningkat pada level yang tidak logis dan mencoreng nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Inggris. Muslim menjadi subyek tindakan sewenang-wenang dalam bentuk yang seharusnya membuat malu Inggris, dan ini terjadi di mana-mana," demikian pernyataan National Association of Muslim Police (NAMP).
Organisasi persatuan polisi muslim di Inggris menegaskan, ancaman riil bagi Inggris bukan Islam dan Muslim tapi gerakan kelompok kiri yang makin marak di negeri itu. "Dampak dari makin menjamurnya kelompok kiri dan kemampuan kelompok itu untuk melakukan aksi teror tidak bisa dan selayaknya jangan dianggap remeh," tukas NAMP.
Program "Prevent" menurut NAMP, hanya akan memperburuk stereotipe terhadap Islam dan Muslim yang selama ini disebarluaskan oleh media massa dan kelompok-kelompok sayap kiri.
"Media dan kelompok kiri membuat citra buruk terhadap Muslim bahwa Muslim itu jahat dan tidak bisa dipercaya," kata NAMP dalam pernyataannya. Oleh sebab itu NAMP yang beranggotakan lebih dari 2.000 orang itu menyatakan keberatannya terhadap strategi baru pemerintah Inggris dalam mengantisipasi terorisme. (ln/iol/yn)
Lainnya (Arsip)
- Tak Ada Tempat Untuk Jilbab Di Denmark
Kamis, 21/01/2010 17:07 WIB - Muslim AS: Tarik Semua Senjata Berkode Injil !
Kamis, 21/01/2010 15:48 WIB - Gate : Al-Qaidah Akan Menciptakan Perang di Asia Selatan
Kamis, 21/01/2010 15:11 WIB - Sengketa Kepemilikan Situs Bersejarah Israel dan Vatikan
Kamis, 21/01/2010 14:53 WIB - Balas Dendam Aleg Arab Terhadap Pejabat Israel
Kamis, 21/01/2010 14:35 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




