Polisi Turki Tangkap 50 Perwira Militer Terkait Kudeta

Selasa, 23/02/2010 10:16 WIB | Arsip | Cetak

Kepolisian Turki menangkap sekitar 50 perwira militer yang sudah pensiun maupun yang masih aktif karena dicurigai terlibat dalam rencana kudeta terhadap pemerintahan yang saat ini berkuasa di Turki.

Penangkapan dikaitkan dengan penyelidikan terhadap dugaan rencana kudeta pada tahun 2003, terhadap pemerintahan Perdana Menteri Recep Tayyeb Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan, partai Islamis yang sekarang berkuasa di Turki.

Surat kabar Turki, Taraf menyebutkan, berdasarkan dokumen-dokumen yang mereka dapatkan, kudeta itu diberi kode "Palu Godam". Targetnya menumbangkan pemerintahan dengan cara melakukan peledakan bom di masjid-masjid di museum di kota Istanbul, termasuk memprovokasi pesawat-pesawat tempur Yunani agar menembak jatuh pesawat Turki di Laut Aegean.

Cara-cara itu dilakukan untuk menimbulkan kekacauan di dalam negeri dan menghancurkan kepercayaan rakyat Turki pada pemerintahan yang saat ini berkuasa. Provokasi terhadap Yunani dilibatkan karena Turki dan Yunani sejak lama terlibat pertikaian soal kepulauan di kawasan Aegean. Pertikaian itu hampir membuat kedua negara tersebut berperang pada tahun 1996.

Perdana Menteri Recep Tayyeb Erdogan di sela-sela kunjungannya ke Spanyol membenarkan penangkapan terhadap perwira militer Turki. Ia mengatakan bahwa aparat keamanan Turki akan memulai proses penahanan. "Saya tidak tahu apa hasilnya, tapi setelah aparat keamanan menyelesaikan proses penangkapan, kejaksaan akan melakukan penilaian," kata Erdogan.

Diantara perwira yang ditangkap adalah mantan panglima angkatan udara Turki, Ibrahim Firtina, mantan panglima angkatan laut, Ozden Ornek dan mantan komandan Militer Pertama, Ergin Saygun. CNN Turki menyebutkan, Panglima Angkatan Bersenjata Turki, Ilker Basburg menunda perjalanan tiga harinya ke Mesir menyusul penangkapan tersebut.

Penangkapan terhadap para perwira dan mantan perwira militer terkait dugaan terlibat kudeta ini oleh analis politik Wolfango Piccoli diperkirakan akan memicu konfrontasi baru antara pemerintah dan militer. Ia berpendapat, pertikaian terbuka untuk mempertahankan kekuasaan antara pemerintah dan militer bisa memicu ketidakstabilan politik di Turki.

Selama puluhan tahun, militer menjadi kekuatan politik yang dominan di Turki dan menjadi "anjing penjaga" sistem sekular negara Turki. Setidaknya, militer Turki pernah menumbangkan empat pemerintahan di Turki dengan dalih untuk melindungi sistem sekularisme di Turki.

Pemerintahan Erdogan yang Islami kerap terlibat benturan dengan kaum sekularis Turki. Sebelum penangkapan, pemerintahan Erdogan dan kaum sekularis di lembaga hukum Turki saling berdebat soal penangkapan terhadap seorang jaksa yang melakukan penyelidikan terhadap kelompok-kelompok Islam.

Sejak kasus ini mencuat dua setengah tahun yang lalu, lebih dari 200 orang ditangkap. Mereka terdiri dari kalangan militer, politisi dan pengacara. Perdana Menteri Erdogan hari Senin kemarin menyatakan akan melakukan reformasi hukum dan konstitusi, dan jika perlu akan melakukan referendum, karena menurut Erdogan, sistem hukum yang berlaku saat ini tidak obyektif.

"Sistem hukum harus obyektif dan pada saat yang sama juga harus independen. Kami ingin melakukan reformasi konstitusional dan kami akna mengusulkan reformasi ini ke parlemen dengan atau tanpa dukungan kelompok oposisi," tukas Erdogan.

"Kami akan melakukan pemungutan suara masyarakat jika tidak mendapatkan dukungan. Bukan hanya masyarakat, LSM-LSAM juga menginginkan reformasi itu," tukas Erdogan. (ln/iol/AP)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang