Potret Kehidupan Gipsi Turki: Mencuri Orang Kaya Tidak Haram

Kanal televisi Timur Tengah MBC pada edisi Jum'at (5/2) lalu menayangkan liputan potret kehidupan orang-orang gipsi di Turki dan Romania yang aneh, unik, sekaligus asing, seperti menghalalkan tindak pencurian harta orang kaya dan mengharamkannya atas harta orang miskin, penculikan laki-laki oleh pihak perempuan agar mau diajak menikah, dan lain-lain.
Liputan tersebut menjelaskan, kehidupan orang Gipsi sangat cuek dan tak menentu, menyambung hidup dari hari ke hari tanpa kepastian dan masa depan.
Meski demikian, mereka tak pernah menghiraukan keadaan mereka yang miskin dan muram. Mereka bahkan dipandang sebagai orang-orang yang paling mencintai dan menikmati kehidupan, dengan pakaian mereka yang khas, busana Gipsi.
Kehidupan mereka tidak menetap di suatu tempat, selalu berpindah-pindah, nomaden. Mereka pun menggantungkan pencaharian mereka dari aksi menyanyi dan menari di kafe-kafe atau tempat umum.
Mark Romani, salah seorang Gipsi, menyatakan jika kehidupan kaumnya sangatlah sederhana. "Kami menyukai keceriaan, dan tidak pernah berpikir sedikit pun untuk hari esok. Hari yang tengah kami jalani adalah hari kami seutuhnya, dan kami harus menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Kami menikmati kehidupan ini. Untuk apa bersedih?" kata Romani kepada MBC.
Walaupun sejarah orang-orang Gipsi terbilang tidak jelas dan bahasa mereka adalah bahasa oral (bukan bahasa tulisan dan berkaidah), namun mereka senantiasa menganggap jika mereka adalah pengampu bumi.
Beberapa sumber kesejarahan menyebutkan, orang Gipsi berasal dari daratan India yang kemudian bermigrasi secara nomaden karena serbuan bangsa-bangsa barbar. Mereka kemudian menyebar di Eropa, mulai dari bagian barat hingga timur, Turki, dan Russia. Di Turki, orang Gipsi disebut juga orang 'Romani' atau 'Rumani'. (ags/mbc)
Lainnya (Arsip)
- Polisi Afghan Tewaskan Tujuh Anak-Anak
Minggu, 07/02/2010 06:20 WIB - 1000 Sopir Taksi Muslim Norwegia Mogok, Terkait Kartun Nabi
Minggu, 07/02/2010 05:58 WIB - Militan Syi'ah Irak Culik Kontraktor AS
Minggu, 07/02/2010 05:42 WIB - Qardhawi: Foto-foto Saya di Tepi Barat adalah Tindakan Penipuan
Sabtu, 06/02/2010 10:50 WIB - Aparat Keamanan Maroko Tangkap Seorang Misionaris
Sabtu, 06/02/2010 10:20 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




