Potret Kehidupan Gipsi Turki: Mencuri Orang Kaya Tidak Haram

Senin, 08/02/2010 05:17 WIB | Arsip | Cetak

Kanal televisi Timur Tengah MBC pada edisi Jum'at (5/2) lalu menayangkan liputan potret kehidupan orang-orang gipsi di Turki dan Romania yang aneh, unik, sekaligus asing, seperti menghalalkan tindak pencurian harta orang kaya dan mengharamkannya atas harta orang miskin, penculikan laki-laki oleh pihak perempuan agar mau diajak menikah, dan lain-lain.

Liputan tersebut menjelaskan, kehidupan orang Gipsi sangat cuek dan tak menentu, menyambung hidup dari hari ke hari tanpa kepastian dan masa depan.

Meski demikian, mereka tak pernah menghiraukan keadaan mereka yang miskin dan muram. Mereka bahkan dipandang sebagai orang-orang yang paling mencintai dan menikmati kehidupan, dengan pakaian mereka yang khas, busana Gipsi.

Kehidupan mereka tidak menetap di suatu tempat, selalu berpindah-pindah, nomaden. Mereka pun menggantungkan pencaharian mereka dari aksi menyanyi dan menari di kafe-kafe atau tempat umum.

Mark Romani, salah seorang Gipsi, menyatakan jika kehidupan kaumnya sangatlah sederhana. "Kami menyukai keceriaan, dan tidak pernah berpikir sedikit pun untuk hari esok. Hari yang tengah kami jalani adalah hari kami seutuhnya, dan kami harus menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Kami menikmati kehidupan ini. Untuk apa bersedih?" kata Romani kepada MBC.

Walaupun sejarah orang-orang Gipsi terbilang tidak jelas dan bahasa mereka adalah bahasa oral (bukan bahasa tulisan dan berkaidah), namun mereka senantiasa menganggap jika mereka adalah pengampu bumi.

Beberapa sumber kesejarahan menyebutkan, orang Gipsi berasal dari daratan India yang kemudian bermigrasi secara nomaden karena serbuan bangsa-bangsa barbar. Mereka kemudian menyebar di Eropa, mulai dari bagian barat hingga timur, Turki, dan Russia. Di Turki, orang Gipsi disebut juga orang 'Romani' atau 'Rumani'. (ags/mbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang