Powell: Apa Salahnya Menjadi Seorang Muslim di AS?

Entah punya kepentingan politik atau memang keluar dari hati yang tulus, mantan menteri luar negeri AS Collin Powel memberikan pembelaan pada warga Muslim, saat mengomentari tudingan kubu Republik bahwa kandidat Presiden AS Barack Obama pernah menjadi seorang Muslim.
Sementara Barack Obama mengatakan, bukan tidak mungkin ia menempatkan Powell dalam pemerintahannya, sebagai respon atas dukungan Powell terhadap dirinya.
Dalam acara Meet The Press yang ditayangkan NBC hari Minggu kemarin, Powell menyatakan tudingan bahwa Obama pernah menjadi Muslim adalah propaganda kubu Republik. "Dia (Obama) bukan seorang Muslim. Dia adalah seorang Kristiani dan selalu menjadi seorang Kristiani," kata Powell.
"Tapi, bagaimana jika Obama memang seorang Muslim? Apakah salah menjadi seorang Muslim di negeri ini? jawabnya adalah tidak," sambung Powell. Meskipun saat ini ada sekitar enam sampai tujuh juta warga Muslim AS yang merasa kecewa dengan Obama, karena selama kampanye Obama sama sekali tidak menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Muslim sebagai bagian dari masyarakat AS. Warga Muslim di AS berharap, paling tidak Obama mengatakan bahwa menjadi seorang Muslim di AS bukanlah sebuah kejahatan. Tapi hal itu tidak pernah dilakukan Obama yang lebih mendekati kalangan Kristiani dan Yahudi AS untuk mencari dukungan terhadap pencalonannya sebagai presiden AS.
Lebih lanjut Powell mengatakan bahwa warga Muslim AS sama seperti warga AS lainnya. Dia menceritakan kembali tentang foto-foto pasukan AS yang bertugas di Irak dan Afghanistan, salah satunya adalah foto seorang ibu yang sedang menangisi makan puteranya di pemakaman Arlington.
Powell mengatakan, putera ibu tersebut adalah seorang tentara berusia 20 tahun yang dianugerahi penghargaan militer Purple Heart dan Bronze Star. "Di atas batu nisannya, tidak ada tanda salib, tidak ada gambar Bintang David, tapi ada gambar bulan sabit dan bintang lambang dari agama Islam. Nama tentara itu adalah Karim Rashad Sultan Khan dan dia adalah seorang Amerika," tutur Powell.
Namun paska serangan 11 September, warga Muslim di AS menjadi target kecurigaan, diskriminasi dan berbagai stereotipe yang buruk terkait dengan identitas Muslim mereka. "Sekarang, kita harus menghentikan pertentangan semacam ini," tukas Powell.
Sementara itu, Barack Obama langsung merespon dukungan Powell dengan mengatakan bahwa Powell kemungkinan bisa ikut berperan dalam pemerintahannya."Apakah dia ingin peran formal yang cocok dengan keinginannya, kita bisa mendiskusikan hal ini," kata Obama.(ln/iol/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Menteri Imigrasi Baru Inggris: Jilbab Dilarang di Sekolah
Senin, 20/10/2008 14:59 WIB - Tahfiz Quran di TV Afghanistan
Senin, 20/10/2008 12:18 WIB - Lima Negara Terpilih Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB
Sabtu, 18/10/2008 12:46 WIB - Amina Wadud Imami Salat Jumat, Muslimah Inggris Protes
Sabtu, 18/10/2008 12:18 WIB - IUMS Minta Iran Ikut Berperan Aktif Cegah Konflik Sektarian Sunni-Syiah
Jumat, 17/10/2008 16:19 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




