Prancis, Berkacalah Pada Oslo!

Senin, 31/08/2009 07:50 WIB | Arsip | Cetak

Prancis, dengan presidennya Nicolas Sarkozy, telah dengan resmi melarang pemakaian burqa dan burqini. Baik burqa atau burqini adalah pakaian identitas sebagian orang-orang Islam di Eropa. Bedanya, burqini digunakan untuk menyebut pakaian renang perempuan Muslimah yang menutupi seluruh tubuh. Sebaliknya, orang telanjang di Prancis tidak memiliki masalah, bahkan menjadi pemandangan biasa di beberapa tempat.

Nah, berbeda dengan Norwegia—atau lebih tepatnya di Oslo. Di kota ini, para Muslimah diizinkan untuk mengenakan burqini, ketika berolahraga renang di kolam renang umum.

“Sebagian orang mengatakan mereka perlu menutup tubuh mereka,” ujar Jan Zander, pejabat penanggung jawab olah raga dan rekreasi Norwegia, kepada radio NRK. “Kami pikir, sangat penting untuk mereka yang tinggal di kota ini dan berenang dan memakai kolam renang umum.”

Menurut Zander, orang yang mengatakan bahwa burqini tidak higienis, sangatlah konyol dan bodoh. “Coba lihat para perenang professional, mereka menggunakan pakaian renang yang menutup seluruh tubuh mereka.” tandasnya. “Jika bahan pakaian itu bisa digunakan dalam air, tak ada masalah!”

Perkataan Zander ini jelas-jelas menohok pemerintah Paris, Prancis yang melarang perempuan Muslimah berenang di kolam renang umum dengan mengenakan burqini. Salah satu alasan mereka adalah burqini tidak higienis.

Tindakan Paris ini diikuti oleh banyak kota di Eropa. Di Italia utara misalnya, atau tepatnya di Varallo Sesia, juga kemudian melarang burqini dipakai perempuan Muslimah di kolam renang umum, dan para pemakainya dikenakan denda sampai 500 euro ($700 dollar).

Sedangkan di Oslo, tidak demikian adanya. Oslo adalah pusat pemerintahan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan budaya di Norwegia. Di kota ini pula terjadi lalu-lintas perdagangan, perbankan, dan industri. Hampir 25% populasi penduduk Oslo merupakan imigran, dan Muslim di kota ini diperkirakan mencapai 150.000 dari total keseluruhan 4,5 populasi Muslim di Norwegia. So Prancis, berkacalah pada Oslo! (sa/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang