Prancis Resmikan Basis Militer Pertamanya di Kawasan Teluk

Selasa, 26/05/2009 16:27 WIB | Arsip | Cetak

Negara-negara Arab menjadi target Barat untuk membuka basis-basis militernya di kawasan Teluk. Prancis hari ini resmi membuka basis militer pertamanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Prancis berdalih basis militer itu dibangun untuk memberantas aksi para bajak laut dan memperlancar perdagangan di kawasan Teluk.

Peresmian basis militer yang diber nama "Kamp Perdamaian" dilakukan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Basis militer itu dibagi menjadi tiga bagian antara lain, basis logistik dan angkatan laut, basis angkatan udara yang akan menjadi pangkalan tiga pesawat tempur Prancis dan basis untuk latihan. Sedikitnya 500 pasukan akan ditempatkan di basis militer yang dibangun di tepian Selat Hormuz, yang menjadi jalur lalu lintas 40 persen pengiriman minyak ke seluruh dunia.

Menurut Menlu Prancis, Bernard Kouchner, tujuan Prancis membangunan basis militer di Abu Dhabi, untuk mendukung dan memberikan pelatihan pada sekutu-sekutu Prancis di kawasan Teluk. "Sekitar 90 persen lalu lintas perdagangan Eropa dilakukan lewat jalur laut dan kita harus menjaga jalur dan lalu lintas perdagangan itu. Kami tertarik dengan kawasan Teluk dan ingin membangun keseimbangan kekuatan di kawasan," kata Kouchner.

"Basis militer ini sangat strategis bagi stabilitas dan keamanan internasional. Kami bisa menjamin keamanan perdagangan di kawasan, di Laut Mediterania, perairan Teluk dan Laut India," sambungnya.

Prancis juga berharap basis militer miliknya akan memperkuat hubungan antara Prancis dan Uni Emirat Arab berkaitan dengan keinginan UAE membangun reaktor nuklir pada tahun 2017 untuk keperluan pembangkit listrik. Laporan-laporan media massa menyebutkan bahwa Prancis sudah menunjuk salah satu perusahaannya untuk bergabung dengan konsorsium pembangunan reaktor nuklir di UAE. Selain Prancis, perusahaan AS, GE dan Westinghouse Electric juga akan berkompetisi untuk ikut serta dalam konsorsium tersebut.

Pihak Prancis membantah pembangunan basis militernya di Abu Dhabi sebagai kompensasi atas pembelian pesawat tempur Rafael produksi perusahaan Prancis, Dassault Aviation. Akhir pekan kemarin, pihak Dassault menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan UAE yang ingin membeli pesawat tempur jenis Rafael dari Prancis. Surat kabar Le Parisien edisi hari Sabtu (23/5) juga menyebutkan bahwa Prancis sudah mencapai kesepakatan final penjualan 60 pesawat tempur Rafael senilai 8-11 milyar dollar. Dengan kesepakatan tersebut, untuk pertamakalinya Prancis menjual pesawat tempurnya pada buyer asing.

Sementara itu, Presiden UAE Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan dalam keterangan persnya menyatakan, kesepakatan pembangunan basis militer Prancis di Abu Dhabi menjadi pilar penting dalam kebijakan luar negeri UAE untuk meningkatkan stabiltas di kawasan Teluk. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang