Buka Puasa Bersama Presiden AS: Islam Agama yang Besar
.jpg)
Presiden AS Barack Obama menyebut Islam sebagai "agama yang besar" dan memuji warga Muslim AS karena keberadaan mereka telah memperkaya budaya di negeri itu.
Pujian itu disampaikan Obama dalam acara buka puasa bersama yang digelar di Gedung Putih, Selasa (1/9). "Kontribusi warga Muslim di AS sangat panjang jika ingin dibuatkan daftarnya, karena umat Islam sudah menjadi bagian dari jalinan masyarakat kita dan negara kita," kata Obama.
Acara buka puasa bersama itu dihadiri oleh para menteri kabinet, korps diplomatik, anggota legislatif, termasuk dua anggota Kongres muslim yaitu senator Keith Ellison dan Andre Carson serta para duta besar dari negara-negara Muslim dan dubes Israel untuk AS, Michael Oren.
Pada kesempatan itu Obama menyatakan penghormatannya pada Islam "sebagai agama yang besar dan komitmennya terhadap kemajuan dan keadilan." Ia mencontohkan sosok Bilqis Abdul-Qaadir yang juga hadir dalam acara itu, sebagai sosok muslim AS yang berhasil mencapai prestasi gemilang sebagai siswa sekolah menengah di Massachusets.
"Ia adalah pelajar yang terhormat, juga sebagai seorang atlet, Bilqis adalah inspirasi bagi remaja muslim, bagi kita semua," puji Obama.
Obama juga menyebut nama Muhammad Ali-ia berhalangan hadir dalam acara buka puasa bersama-yang telah memberikan kontribusi bagi AS dalam bidang olahraga tinju.
Buka puasa bersama sudah menjadi tradisi yang dilakukan Gedung Putih sejak masa Presiden AS, George W. Bush. Pada masa pemerintahan Obama, presiden pertama AS dari kalangan kulit hitam itu menyampaikan pesan-pesannya dalam rangka menyambut bulan Ramadan.
Dalam pernyataannya Obama mengatakan bahwa ibadah puasa Ramadan mengingatkan kembali prinsip-prinsip yang sama-sama diyakini oleh umat Islam maupun Kristiani dalam masalah keadilan, toleransi dan martabat umat manusia.
Semoga saja pujian Obama terhadap Islam dan Muslim bukan sekedar basa-basi mengingat masih banyak kebijakan AS yang tidak adil di sejumlah negara Muslim. Meskipun, faktanya AS telah banyak melukan ketidak adilan terhadap umat Islam di berbagai tempat, termasuk di AS sendiri yang masih terdiskrimasi dan dicurigai sebagai teroris.(ln/isc/FN)
Lainnya (Arsip)
- Onta Jadi Pemicu Ketegangan Hubungan Mesir-Israel
Rabu, 02/09/2009 13:50 WIB - Hakimullah Diduga Sudah Tewas, Taliban Pakistan Krisis Kepemimpinan
Rabu, 02/09/2009 12:31 WIB - Tenaga Medis Profesional di AS Bantu CIA Lakukan Penyiksaan
Rabu, 02/09/2009 10:47 WIB - Suasana Ramadhan di Makkah Hadir di kota London
Rabu, 02/09/2009 09:53 WIB - Hilangnya Islam di Buku-Buku Pelajaran Sekolah Brazil
Rabu, 02/09/2009 08:48 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




