"Negara yang Suka Mengancam Harus Dikenakan Hukuman"

Selasa, 04/05/2010 16:07 WIB | Arsip | Cetak

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad meminta agar negara yang mengancam akan menyerang negara lain dengan senjata nuklir, dikenakan hukuman.

Ahmadinejad menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan 189 negara yang menandatangani Perjanian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di New York, Senin (3/5) waktu setempat. Menurutnya, mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang program nuklir negara lain yang ditujukan untuk kepentingan damai, merupakan tindakan yang melanggar perdamaian dan keamanan internasional.

"Ancaman-ancaman semacam itu harus dihadapi dengan sikap yang keras dari PBB dan harus dihentikan lewat kerjasama seluruh negara anggota NPT," kata Ahmadinejad.

Pernyataan Ahmadinejad itu secara tidak langsung ditujukan pada AS, yang belum lama ini mengumumkan kebijakan barunya di bidang nuklir. Dalam kebijakan barunya itu, AS menyatakan hanya akan menggunakan senjata nuklirnya bagi negara-negara yang mengembangkan program nuklir untuk membuat senjata nuklir, padahal AS sendiri mengembangkan senjata nuklir dan sudah memiliki ribuan senjata berkepala nuklir.

Lebih lanjut Presiden Iran mengatakan, bentuk hukuman yang bisa diberikan pada negara agresor yang mengancam negara lain, misalnya dengan menangguhkan keikusertaan negara bersangkutan dalam pertemuan jajaran gubernur IAEA (Badan Energi Atom Internasional di bawah naungan PBB) di Wina.

Tapi, seperti biasanya, delegasi AS, Inggris dan Prancis melakukan aksi walk-out saat Ahmadinejad memberikan pidatonya di hadapan Dewan Umum PBB. Sikap ketiga negara itu menunjukkan betapa munafiknya konsep demokrasi yang didengung-dengungkan Barat, konsep demokrasi yang tidak memiliki etika untuk menghormati sikap dan hak negara lain. (ln/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang