"Negara yang Suka Mengancam Harus Dikenakan Hukuman"

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad meminta agar negara yang mengancam akan menyerang negara lain dengan senjata nuklir, dikenakan hukuman.
Ahmadinejad menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan 189 negara yang menandatangani Perjanian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di New York, Senin (3/5) waktu setempat. Menurutnya, mengancam akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang program nuklir negara lain yang ditujukan untuk kepentingan damai, merupakan tindakan yang melanggar perdamaian dan keamanan internasional.
"Ancaman-ancaman semacam itu harus dihadapi dengan sikap yang keras dari PBB dan harus dihentikan lewat kerjasama seluruh negara anggota NPT," kata Ahmadinejad.
Pernyataan Ahmadinejad itu secara tidak langsung ditujukan pada AS, yang belum lama ini mengumumkan kebijakan barunya di bidang nuklir. Dalam kebijakan barunya itu, AS menyatakan hanya akan menggunakan senjata nuklirnya bagi negara-negara yang mengembangkan program nuklir untuk membuat senjata nuklir, padahal AS sendiri mengembangkan senjata nuklir dan sudah memiliki ribuan senjata berkepala nuklir.
Lebih lanjut Presiden Iran mengatakan, bentuk hukuman yang bisa diberikan pada negara agresor yang mengancam negara lain, misalnya dengan menangguhkan keikusertaan negara bersangkutan dalam pertemuan jajaran gubernur IAEA (Badan Energi Atom Internasional di bawah naungan PBB) di Wina.
Tapi, seperti biasanya, delegasi AS, Inggris dan Prancis melakukan aksi walk-out saat Ahmadinejad memberikan pidatonya di hadapan Dewan Umum PBB. Sikap ketiga negara itu menunjukkan betapa munafiknya konsep demokrasi yang didengung-dengungkan Barat, konsep demokrasi yang tidak memiliki etika untuk menghormati sikap dan hak negara lain. (ln/wb)
Lainnya (Arsip)
- Gara-Gara Seorang Oknum Remaja, Lebanon-Mesir Memanas
Selasa, 04/05/2010 14:14 WIB - Ulama-Ulama Saudi Saling Kecam
Selasa, 04/05/2010 13:41 WIB - Insiden Times Squares, Pelakunya Bisa Jadi Orang Amerika Sendiri
Selasa, 04/05/2010 13:22 WIB - Tim Sepakbola Puteri Iran Akhirnya Boleh Ikut Olimpiade Pemuda
Selasa, 04/05/2010 12:37 WIB - Pemimpin Libya Sebut Swiss Negara Mafia
Selasa, 04/05/2010 11:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




