Presiden Obama Mengunjungi China

Usai menghadiri pertemuan APEC di Singapura, Presiden AS Barack Obama, melanjutkan lawatan ke China. Obama melakukan kuknjungan ke China selama tiga hari. Langkah ini menandakan nilai setrategis China bagi AS. Negeri yang memiliki jumlah penduduk 1.4 milyar, dan sangat penting bagi AS untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.
Senin pagi, waktu setempat, Presiden Obama dijadwalkan bertemu dengan Walikota Sanghai, dan juga dijadwalkan akan bertemu dengan tokoh-tokoh muda China, yang menurut Obama, akan menjadi 'pemimpin masa depan Chnina', sebelum terbang keibukota Beijing, dan bertemu dengan Presiden China, Hu Jintao.
Tentu, topik utama pertemuan antara Obama dengan Hu Jintao, tak lain, menyangkut perdagangan kedua negara, di mana selama ini AS, mengalami defisit perdagangan dengan yang cukup besar. Setiap tahunnya, AS telah mengimport produk-produk China, yang nilai mencapai milyaran dolar. Defisit perdagangan inilah yang akan menjadi topik penting pertemuan kedua pemimpin itu. AS ingin mengurangi tingkat defisit perdagangan luar negerinya, dan mengharapkan China menyerap produk-produk yang dihasilkan AS.
Sementara, para pedagang lokal di China telah menolak dan melarang menjual dan memperdagangkan produk-produk buatan AS. Oleh karena itu, Obama meminta langkah konkrit dari pemerintah China untuk membuka pasarnya dan menerima barang-barang buatan AS. Selama ini AS telah menjadi 'surga' bagi para eksportir China, yang mengapalkan ribuan kapal yang mengangkut barang-barang dari negeri komunis itu.
Selain itu, kunjungan Obama ke China, mempunyai tujuan ganda, di mana Obama ingin memainkan peranan globalnya, di tengah-tengah isu masalah nuklir Iran dan Korea Utara. AS akan menggunakan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk terus menekan Iran dan Korea Utara agar menghentikan program nuklirnya dengan membawa China dalam kontek mempengaruhi Iran dan Korea Utara.
China yang diprediksikan akan menjadi sebuah kekuatan global baru, mengingat kekuatan ekonominya yang terus tumbuh ditengah-tengah krisis global yang sekarang ini, dan pengaruh dikalangan negara-negara Asean, yang cukup kuat, tak salah bila Obama memberikan prioritas dalam lawatannya ke China.Obama juga sudah menekan junta militer Myanmar agar melakukan reformasi dan membebaskan tokoh oposisi Aun San Suu Ky, yang sekarang ini masih berada dalam tahanan junta militer. Meskipun, sebenarnya China telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, tak kalah hebatnya dibandingkan junta militer Myanmar, seperti yang dilakukan China terhadap kaum muslim di Uigur.
Tapi, kunjungan Obama itu juga akan dimanfaatkan untuk bertemu dengan saudaranya Mark Obama Ndesandjo, yang sekarang berada di Shenzhen, di selatan China, dan sebagai insinyur, dan pindah dari AS ke China sesudah kehilangan pekerjaan, ketika berlangsung krisis ekonomi di AS, yang masih berlanjut hingga hari ini. (m/cnn)
Dunia Islam Sebelumnya
(Arsip Dunia Islam)
5 Terpopuler
- Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
- Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
- Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
- Gaji Saya Kecil, Pak!
- Antara Khilafah dan Khalifah
- Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
- Hukum Nonton Film Porno






