Profesor Al-Hassani: Ilmu Pengetahuan, Warisan Budaya Islam Yang Terlupakan

Rabu, 16/12/2009 15:38 WIB | Arsip | Cetak

Ketika Barat mengalami masa yang disebut sebagai "Masa Kegelapan" pada abad ke-7 sampai abad ke-17, di dunia Islam justeru sedang mengalami perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Seiring perjalanan waktu ketika dunia Islam mengalami kemunduran, banyak hasil penemuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ilmuwan Muslim diklaim sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat hingga sekarang.

Seorang cendikiawan dan ilmuwan Muslim, Profesor Salim Al-Hassani tidak bisa tinggal diam melihat hal itu. Ia ingin meluruskan fakta sejarah dan mengklaim kembali hasil temuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan para ilmuwan Muslim yang selama ini hilang dan diakui sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat. Dan kepedulian Salim diwujudkannya dalam buku "1001 Inventions: Muslim Heritage in Our World".

Selama hampir 20 tahun ia menelusuri dan mengumpulkan warisan peninggalan para ilmuwan Muslim di bidang ilmu pengetahuan, seni dan teknologi yang kemudian dibukukannya dalam buku tersebut. "Proyek 1001 penemuan adalah proyek sejarah ilmu pengetahuan dan fokusnya pada periode ribuan tahun yang lalu, mulai dari abad ke-7 dan seterusnya yang kurang diapresiasi oleh banyak orang di dunia sekarang ini," kata Profesor Salim.

Kerja kerasnya selama puluhan tahun bukan hanya membuahkan karya yang bermanfaat bagi generasi muda Islam tapi juga membuahkan penghargaan dari British Science Association.

Profesor Salim mengatakan, ilmu pengetahuan memainkan peranan penting untuk menciptakan saling kesepahaman dan penghormatan Barat terhadap dunia Islam. Terlebih sejak peristiwa serangan 11 September 2001 dimana Islam dan Muslim menjadi target hujatan dan dipandang sebagai peradaban yang primitif.

"Dengan menunjukkan warisan ilmu pengetahuan dan budaya dari kelompok masyarakat yang berbeda-beda, kita bisa menghormati berbagai budaya di dunia, bisa membantu meluruskan pandangan yang menyimpang soal superiotas budaya dan membantu masyarakat dunia untuk menghargai dan menghormati keyakinan, gaya hidup serta sejarah dari umat manusia lainnya," tutur Profesor Salim.

Ia berharap, upayanya mengingatkan kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang pernah dicapai para ilmuwan Muslim, bisa mengurangi pemikiran ekstrimis di kalangan Muslim, mempertajam sikap sosial dan mendorong generasi muda Muslim untuk berkarir di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profesor Salim mengatakan, buku "1001 Inventions" secara keseluruhan mengedepankan kontribusi ilmu pengetahuan beragam latar belakang budaya, terutama dari kalangan Muslim, dalam menciptakan kehidupan modern seperti sekarang ini.

"Apa yang dicapai dunia Islam dibangun atas dasar pengetahuan yang mereka dapatkan dari berbagai peradaban, seperti peradaban Yunani, Babilonia, Assiria, China dan India," ungkap Profesor Salim.

Ia menambahkan, masih ada lima juta manuskrip lagi yang masih menunggu diteliti untuk mengungkap sejarah-sejarah yang hilang, misalnya tentang peran para ilmuwan muslimah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari jumlah itu, kata Profesor Salim, baru 50.000 manuskrip yang sudah dipelajari.

Sebagai tindak lanjut buku "1001 Inventions", akan digelar pameran "1001 Penemuan" di Museum Ilmu Pengetahuan, London awal tahun 2010 mendatang. Sekitar 3.000 kopi buku ini sudah dibagikan gratis ke sekolah-sekolah di Inggris dan 90.000 kopi buku ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di AS dalam setahun mendatang.(ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang