Protes Anti Pasukan Perdamaian di Somalia
Demonstrasi anti pemerintah pecah di ibukota Somalia, Mogadishu, yang menuntut pasukan penjaga perdamaian keluar dari Somalia. Demonstrasi para muslimah Somalia yang menggunakan hijab dan niqab (cadar), dan sebagian mereka membawa senjata AK 47, memenuhi jalan-jalan di ibukota Somalia, Mogadishu, Senin.
Para demonstran itu meneriakkan slogan dalam bahasa Inggris, yang menolak pasukan penjaga perdamaian AMISOM (African Union Mission in Somalia), yang mendukung pemerintah Somalia.
"AMISOm telah membunuh ibu kami", dan "AMISOm keluar dari negeri kami", teriak mereka. Protes yang berlangsung di ibukota Mogadhisu itu, sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi sebelumnya, di mana berlangsung aksi demonstrasi yang mendukung pemerintah Somalia sekarang. Demonstrasi antara kelompok pro-pemerintah dan penentang pemerintah yang disponsori dari Hizbi-Islami itu, mengakibatkan puluhan orang tewas.
Somalia tidak pernah stabil sejak jatuhnya pemerintah Jendral Mohammad Siad Bare, di tahun 1991, sampai sekarang. Sekarang negeri yang luas di Tanduk Afrika, berada di tangan kaum militan,yang sangat menakutkan bagi Barat. Mereka ingin menegakkan syariah Islam, dan menolak pemerintah yang dipilih secara demokratis sekarang ini.
Presiden Somalia, Shekh Sharif Sheikh Ahmed dalam posisi yang sangat lemah, dan atas dukungan PBB, sebagai pemerintahan transisi, sekarang menghadapi kaum fundamentalis, yang akan menggulingkan pemerintahannya.
Sebelumnya, Barat telah mengirimkan pasukan dari Ethiopia yang jumlahnya ribuan, dan mereka pergi karena menghadapi serangan-serangan dari para pejuang Islam di negeri itu. (m/'cnn)
Lainnya (Arsip)
- 5 Negara Uni Eropa Serukan Untuk Akhiri Blokade Gaza
Selasa, 06/07/2010 12:28 WIB - Hanya Beberapa Jam, 2 Tentara Inggris Tewas di Afghanistan
Selasa, 06/07/2010 12:22 WIB - 9000 Orang Sudah Mendaftar Untuk Ikut "Freedom Flotilla 2"
Selasa, 06/07/2010 09:57 WIB - Maria Mercedes Masuk Islam Setelah Pulang Liburan dari Mesir
Selasa, 06/07/2010 09:17 WIB - Tokoh Pujaan "JIL" Indonesia Murtadin Nasr Abu Zaid Mangkat
Selasa, 06/07/2010 08:39 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




