Protes Blokade Ekonomi, Warga Muslim Kashmir Ditembaki

Selasa, 12/08/2008 09:35 WIB | Arsip | Cetak

Pemerintah India menolak bertanggung jawab atas insiden penembakan yang dilakukan pasukan militernya terhadap seorang pimpinan perjuangan kemerdekaan Kashmir dan empat warga Kashmir lainnya saat membubarkan aksi massa sekitar 100.000 warga Muslim Kashmir.

Aksi massa yang berlangsung hari Senin (11/8) di dekat Line of Control, garis pembatas yang memisahkan wilayah Pakistan dan India di kawasan Himalaya itu dilakukan untuk memprotes blokade-blokade jalan yang dibuat oleh warga Hindu. Blokade itu menyebabkan orang tidak bisa masuk ke wilayah Kashmir, merusak perdagangan dan arus keluar masuk kebutuhan-kebutuhan pokok bagi warga Kashmir.

Pasukan India mencoba membubarkan aksi massa itu dengan melepaskan tembakan yang mengenai Syaikh Abdul Aziz, tokoh pejuang Kashmir dan empat pengunjuk rasa lainnya. Seorang dokter di rumah sakit di Srinagar memastikan bahwa Syaikh Abdul Aziz tewas akibat luka tembakan.

Syaikh Abdul Aziz adalah anggota dari aliansi partai Konferensi Hurriyat, aliansi kelompok-kelompok moderat di Kashmir yang memperjuangkan kemerdekaan Kashmir.

Dalam aksi massa kemarin, selain lima korban tewas, 200 orang lainnya luka-luka. Meski demikian, pemerintah India menolak bertanggung jawab atas insiden itu dan mengatakan bahwa pasukannya hanya menggunakan peluru karet dan gas air mata ketika membubarkan aksi massa kemarin.

Insiden ini dikhawatirkan akan memicu ketegangan dan perlawanan yang lebih keras, karena para pendukung Syaikh Abdul Aziz menyatakan akan membalas kematian pemimpinnya. Aparat keamanan kini memberlakukan jam malam yang ketat di Srinagar, kota utama di wilayah Kashmir India.

Tokoh aliansi partai di Kashmir Mirwaiz Umar Farooq mengatakan, tewasnya Syaikh Abdul Aziz adalah kehilangan yang besar bagi gerakan kemerdekaan Kashmir. "Inilah wajah sebenarnya demokrasi di India, " tukas Umar Farooq.

"Kami cuma meminta agar blokade ekonomi diakhiri, tapi yang kami dapatkan malah peluru-peluru. Sementara warga Hindu fanatik yang menyerang dan membakar rumah-rumah warga Muslim di Jammu, dibiarkan melakukan apa yang mereka inginkan, " protes Umar Farooq. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang