Sastrawan Mesir Boikot Festival Budaya Jerman

Senin, 13/07/2009 08:49 WIB Cetak |  Kirim

Sastrawan kawakan Mesir Gamal al-Ghaythani mengumumkan dirinya menolak undangan dan memboikot sebuah festival budaya yang akan digelar di Jerman pada Oktober mendatang. Aksi penolakan dan boikot ini menyusul kasus ditusuk dan dibunuhnya seorang Muslimah berjilbab asal Mesir di negara Panser itu.

Al-Ghaythani menjelaskan, aksi yang dilakukannya juga menyusul ketidak jelasan sikap yang diambil oleh pemerintahan Jerman di hadapan kasus ini, yang terus berlarut hingga sekarang.

Sebelumnya, Marwa al-Syarbini, seorang Muslimah asal Mesir berusia tiga puluhan tewas ditikam oleh seorang lelaki asal Rusia di sidang pengadilan wilayah bagian Saxonia, Jerman, karena kasus pelecehan agama. Lelaki Rusia itu divonis hukuman yang cukup berat oleh pengadilan karena ulahnya yang melecehkan identitas Marwa. Tak terima oleh putusan hakim dan kian memuncaknya rasa sakit hati, pria Rusia itu pun menusuk leher Marwa dengan sebilah pisau.

Ironinya, petugas keamanan Jerman justru melepaskan tembakan ke arah Marwa, karena disangka Marwalah yang tengah membunuh pria Rusia itu.

Al-Ghaythani pun memandang kasus di atas menuntut pemerintahan Jerman untuk mengeluarkan nota permintaan maaf secara resmi sekaligus menyatakan sikap yang jelas, karena sudah terbilang sudah berada di batas ambang yang termaafkan.

Festival budaya itu sendiri sejatinya akan digelar pada 25 Oktober mendatang selama lima hari berturut-turut di Gothe Institut, Jerman, serta di beberapa stasiun radio Jerman.

Gamal al-Ghaythani merupakan sosok sastrawan Mesir terkemuka. Sosoknya didaulat sebagai "pewaris tahta" kesusastraan Naguib Mahfouz, sastrawan Mesir peraih Novel Sastra di tahun 80-an. Dari tangan al-Ghaythani telah lahir puluhan novel, yang rata-rata menjadi karya sastra penting di Timur Tengah. Kini, al-Ghaythani juga menjadi pemimpin redaksi koran sastra Mesir Akhbar al-Adab. (L2/im)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG