Protes Larangan Menara di Swiss

Selasa, 01/12/2009 14:21 WIB Cetak |  Kirim

Referendum yang berlangsung di Swiss melarang membangun menara masjid di seluruh negeri itu, dan melahirkan kritik atas keputusan yang diambil negeri itu. Kritik itu datang dai Menlu Perancis, Ulama Al-Azhar, dan kelompok-kelompok dan ulama di Pakistan.

"Saya beharap Swiss meninjau kembali keputusannya", ujar Menlu Perancis Bernard Kouchner, saat di wawancarai oleh radio RTL. "Saya sangat terkejut dengan hasil referendum itu", ucap Kouchner. "Anda mempunyai dua pertanyaan, siapa yang menjadi target? Kalau yang menjadi target kelompok muslim moderat, yang mungkin, tetapi langkah ini salah", tegas Kouchner.

Di Swiss, masyarakat berkumpul, sesudah pemerintah mengumumkan hasil referendum, dan melarang menara masjid, mereka memprotes dan marah terhadap keputusan rakyat Swiss yang menyetujui larangan menara masjid. Pertama, mereka membaca di website adanya demonstrasi, dan berkumpul, dan dalam jumlah besar, dan mereka merasa bersyukur mendapat dukungan itu. Para pemrotes itu membawa simbul menara dan menggunakan pakian yang diberi gambar menara sebagai bentuk protes atas keputusan pemerintah dan hasil referendum.

Salah satu panflet yang ada, "Maafkan mereka". Ulama Mesir juga mengecam larangan terhadap bangunan menara di Swiss. Ulama Mesir, Ali Jumaa, mengecam referendum di Swiss, yang tidak mengizinkan berdirinya menara, dan inilah adalah bentuk 'pelecehan' terhadap semua kaum muslimin. Lebih lanjut Ali Jumaa,tindakan pelarangan terhadap bangunan menara itu,sebagai pelanggaran kebebasan beragama.

Dr.Ali Jumaa itu menyerukan dilangsungkan dialog antara pemeluk agama di Swiss dan juga dengan pemerintah agar dapat diselesaikannya berbagai masalah yang timbul. Tindakan referendum itu, hanyalah menunjukkan sikap 'phobia' terhadap Islam. Larangan pembangunan menara masjid itu, tak lain, sebagai bentuk sikap 'ekstrim dan Islamophobia, tambah Dr.Ali Jumaa.

Dari Pakistan pemimpin Jamaat Islami, Khurshid Ahmad, menegaskan, "Larangan terhadap pembangunan menara itu, merefleksikan sikap islamophobia diantara kalangan masyarakat Barat terhadap Islam, ucap Khurshid.

Partai sayap kanan di Swiss SVP (Swiss People's Party) merupakan partai yang mendorong dilangsungkan referendum, yang terlebih dahulu dengan mengumpulkan 100.000 tandatangan.

Para politisi SVP menilai menara itu bukan merupakan simbol arsitektur Islam, dan karakter agama, tetapi menara menjadi simbol sebuah politik yang ingin menegakkan kekuasaan Islam, dan ini menjadi tantangan yang sangat fundamental bagi hak kami, ujar seorang pejabat Partai SVP.

Khurshid Ahmad menegaskan bahwa tindakan pemerintah Swiss yang melarang berdirinya bangunan menara itu, sebuah pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional, ujar kepada AFP. "Ini adalah provokasi terhadap umat Islam, yang akan mendorong terjadi konflik peradaban antara Islam dan Barat",  tambahnya.

Yahya Mujahid, juru bicara organisasi nirlaba, Jamaat-ud-Da'wa juga menyimpulkan referendum di Swiss itu hanya akan merusak harmoni dalam lingkungan para pemeluk agama. Keputusan yang baru diambil di Swiss itu, justru akan menghancurkan saling pengertian dan toleransi", ucap Mujahid.

"Barat tak akan dapat mengambil apapun, dan kemenangan dan toleransi diantara para penganut agama, dan terciptanya harmony dengan keputusan yang melarang menara, dan bukti sebagai bentuk permusuhan terhadap kaum muslimin",  ujar Mujahid.

Kelompok sayap kanan di berbagai negara di Eropa telah merayakan kemenangan  dengan adanya keputusan pemerintah Swiss melalui referendum yang melarang berdirinya menara masjid. Dalam referendum itu 53 persen mendukung larangan berdirinya menara, dan dengan keputusan itu pemerintah Swiss akan mengubah artikel 72, paragrap ke tiga ke dalam konstitusi Swiss, yang melarang pembangunan menara. (m/wb)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG