Pusat Konflik Palestina-Israel Pindah ke Washington

Kamis, 02/09/2010 10:25 WIB | Arsip | Cetak

Menjelang pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina hari Kamis, Presiden Barack Obama mengatakan Rabu malam bahwa 'dengan sikapnya yang hati-hati itu, ia 'berharap', perundingan langsung itu bisa mencapai solusi, yaitu terbentuknya dua negara, yang akan mengakhiri konflik Timur Tengah yang sudah berjalan lama.

"Meskipun kita masing-masing mempunyai gelar kehormatan seperti, presiden, perdana menteri, raja, kita terikat dengan masalah pokok yang kita harus selesaikan," ujar Obama. Obama mengatakan hal itu, dihadapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas dan para pemimpin Mesir dan Yordania.

"Kami adalah ayah, yang dikaruniai putra dan putri," kata Obama. "Jadi kita harus bertanya pada diri kita, seperti apa dunia yang ingin kita mewariskan kepada anak cucu kita."

Presiden Obama berbicara di awal acara jamuan makan malam di Gedung Putih bersama dengan Netanyahu, Mahmud Abbas, Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Acara malam itu, juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Tony Blair yang menjadi Perwakilan Kuartet , dan Ketua Perundingan Timur Tengah. Kuartet tak lain, adalah Amerika Serikat, Rusia, PBB dan Uni Eropa.

"Kami tidak mencari selingan antara dua perang, kita tidak mencari jeda waktu antara ledakan teror," kata Netanyahu. "Kami mencari suatu perdamaian yang akan mengakhiri konflik antara kita sekali dan untuk semua, untuk generasi kita, anak-anak kami dan generasi berikutnya."

Sementara itu, Netanyahu dan Abbas mengutuk serangan terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir. "Kami tidak ingin darah ditumpahkan, satu tetes darah dari orang-orang Israel atau Palestina," kata Abbas. "Kami menginginkan perdamaian antara kedua negara, mari kita menandatangani perjanjian formal untuk perdamaian dan mengakhiri periode panjang yang telah membuat menderita selamanya."

Dalam sambutan mengawali di Gedung Putih itu, Obama, mengatakan bahwa "Saat ini kesempatan mungkin tidak pernah akan datang lagi," ujar Obama.

Dengan berakhirnya perang Amerika di Irak, maka sekarang pusat konflik pindah di Washington, di mana pemerintah Obama mengadakan serangkaian pertemuan dengan taruhan yang tinggi antara para pemimpin Israel dan Arab. Obama berada di balik pintu tertutup di Gedung Putih dengan para pemimpin Israel dan Arab.

"Kami tidak berada dalam sebuah ilusi," katanya. "Keinginan dan hasrat yang mendalam menjadi alasan bahwa solusi dua negara yang telah gagal oleh generasi sebelumnya, dan ini merupakan masalah luar biasa kompleks dan sangat sulit." Tapi, lanjut Obama, "Kita tahu bahwa status quo tidak akan terus berlanjut," tambah Obama.

Selama pertemuannya dengan Abbas dan Raja Abdullah, menurut Gedung Putih, Obama bergabung dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Kepala Staf Rahm Emanuel, Penasihat Keamanan Nasional Jenderal James Jones, dan mantan Senator George Mitchell. Mitchell adalah utusan khusus Obama untuk perdamaian Timur Tengah.

Ini adalah pertaruhan yang paling spektakuler yang dilakukan oleh pemerintah Obama dalam upayanya untuk mewujudkan perdamaian Timur Tengah. Ini sangat mustahil akan dapat terwujud, selama Amerika tidak dapat bertindak adil, dan tetap dalam posisi mendukung pemerintah Israel, dan tetap memiliki pandangan yang sangat streriotipe bahwa Hamas itu adalah teroris.

Padahal, Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat dahsyat terhadap rakyat Palestina, yang sudah berjalan puluhan tahun, dengan melakukan pembunuhan, pengusiran, penculikan, penahanan, dan penghancuran rumah dan harta ladang milik rakyat Palestina. (m/cnn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang